Lion Air Kaji Pembatalan Pembelian Jet Boeing

46
Banner Top Article

Eksposisi.com – Maskapai penerbangan Indonesia, Lion Air, tengah mengkaji ulang pembelian pesawat dari Boeing bahkan tidak menutup kemungkinan membatalkan pesanan.

Kondisi ini terkait semakin memburuknya hubungan antara Lion Air dan produsen pesawat Boeing akibat semakin meluasnya tanggung jawab Lion Air selaku operator 737 seri Max atas kecelakaan yang menewaskan 189 penumpang serta awak kabin pada akhir Oktober lalu, sebuah sumber mengatakan kepada Reuters.

Pendiri Group Rusdi Kirana tampak berang atas apa yang didapatinya sebagai upaya oleh Boeing untuk mengalihkan perhatian dari perubahan desain baru baru ini dan dan menyalahkan Lion Air atas kejadian kecelakaan tersebut, sementara airline harus menghadapi pengawasan atas catatan perawatannya dan tindakan pilot, ungkap sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Rusdi Kirana tengah mengkaji kemungkinan pembatalan sisa pesanan pesawat “mulai dari pengiriman selanjutnya,” menurut salah satu sumber yang mengetahui hal tersebut. Sementara sumber lain yang cukup dekat dengan maskapai mengatakan, pihaknya melihat arah ke pembatalan pesananan.

Rusdi Kirana, yang merupakan mantan CEO group dan saat ini menjabat sebagai duta besar Indonesia untuk Malaysia, masih terlibat cukup erat dengan Lion Air dan menjadi tuan rumah pertemuan bulanan di Kuala Lumpur dengan para pemimpin perusahaan grup yang berbasis di Indonesia, Malaysia dan Thailand, menurut berbagai sumber yang terpercaya.

Meski belum ada keputusan akhir yang dibuat oleh Lion Air, namun, pembahasan mengenai nasib sisa pesanan senilai $22 miliar menyoroti taruhan seputar investigasi yang melibatkan penjualan 737 MAX yang merupakan penjualan jet tercepat Boeing, yang memasuki layanan tahun lalu.

Lion Air memiliki 190 armada jets Boeing senilai $22 miliar pada daftar harga yang sedang menunggu untuk dikirim, melampaui 197 armada yang sudah diterima. Berdasarkan catatan ini membuat Lion Air Grup menjadi pelanggan ekspor terbesar AS.

Permintaan pembatalan yang diajukan, maka hal itu akan memberi tekanan pada Boeing dan memerlukan waktu negosiasi yang melelahkan. Banyak maskapai melakukan penundaan pemesanan, namun sumber industri mengatakan pabrikan jarang mengabulkan pembatalan secara sepihak.

Namun demikian, Lion Air masih menolak untuk berkomentar.

Juru bicara Boeing mengatakan: “Kami mengambil setiap langkah untuk sepenuhnya memahami segala aspek dari kecelakaan ini, dan bekerjasama dengan tim penyelidik serta semua pihak berwenang yang ikut terlibat. Kami juga mendukung pelanggan berharga kami melewati saat yang sangat sulit seperti saat ini.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here