Eksposisi.com, Jakarta – Magicpin, pIatform ritel offline terbesar India telah meluncurkan bisnis operasinya di lndonesia, dengan menggabungkan aktivitas sosial dan rewards guna mendorong perdagangan offline dan online.

CO-Founder dan CEO magicpin Anshoo Sharma mengatakan, Indonesia adalah market pertamanya di luar India, dikarenakan sebagai platform yang menggabungkan sosial life dan rewards, Indonesia menjadi pilihan pertama karena kekayaan ekosistem ritel dan outlet juga pengguna sosialnya yang banyak contohnya Instagram.

“Kami sudah memulai dengan 50.000 outlet di Jakarta dan kami percaya akan adanya potensi yang dapat berkembang dengan pesat di Indonesia,” ujar Anshoo di acara press conferencenya, Jakarta, Rabu (4/9).

Melalui magicpin, para pengguna di Jakarta bisa mendapatkan rewards dari transaksi belanja offline mereka, pengguna dapat mengetahui aktifitas orang-orang yang mereka ikuti dan orang-orang yang berada di sekitar mereka, mencari tahu tempat hang out dan rewards yang mungkin mereka dapatkan di tempat tempat yang ditawarkan khusus oleh magicpin.

Jakarta, lebih lanjut dikatakan Anshoo, menjadi tempat peluncuran pertama magicpin di luar India. Sedangkan di India, magicpin sudah beroperasi di Iebih dari 50 kota, dan dengan diluncurkan operasinya di Indonesia, magicpin bertujuan meningkatkan jumlahnya menjadi Iebih dari 100 kota pada akhir tahun 2019.

“Ada beberapa kemiripan Indonesia dengan India, pertumbuhan smartphone yang tinggi dan kehidupan bersosial media juga berhasil sekali dan menjadikan peluang bagi mereka,” sambungnya.

“Hanya dengan selfi ataupun memfoto struk pembelian lalu kita akan mendapatkan reward, dan itu akan menjadi pengalaman bagi orang-orang dan menguntungkan para retailer dan bagi pengguna jasa pun mendapatkan poin dan dapat digantikan dgn diskon di merchant yang kita sudah bekerjasama,” sambung Anshoo lagi.

Dengan perpaduan yang unik antara sosial life dan rewards, magicpin bertujuan untuk memberikan lebih banyak keuntungan, dan pengalaman menarik.

“Magicpin adalah platform social media dan perdagangan pertama di lndonesia, dan kami sedang menuju target penjualan yang melebihi USD 100 juta sampai akhir Desember 2019,” tandas Anshoo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here