Manajemen Atas Xiaomi Lakukan Perombakan

143
Manajemen Atas Xiaomi Lakukan Perombakan
Banner Top Article

Produsen ponsel pintar atau smartphone asal China Xiaomi merombak manajemen atas. Dikabarkan Xiaomi akan membuat dua departemen baru guna membantu kinerja Lei Jun, sang CEO. Seperti dilansir Reuters, dua departemen baru tersebut akan bertugas memberi saran kepada Lei mengenai strategi perusahaan dan mengawasi urusan perekrutan, promosi dan pembayaran.

Sebagai informasi, Xiaomi mencatatkan sahamnya di Hong Kong pada bulan Juni dalam penawaran umum perdana (IPO).

Xiaomi juga akan merombak empat unit bisnis utamanya menjadi 10 untuk mempromosikan para manajer muda. Lei menambahkan bahwa mayoritas kepemimpinan yang baru diangkat adalah generasi 1980-an.

Perubahan ini terjadi kurang dari seminggu setelah Jack Ma, salah satu pengusaha China yang paling terkenal, mengatakan dia akan mundur sebagai bos tertinggi Alibaba dalam setahun, dan menyerahkan kendali kepada CEO Daniel Zheng dan menggarisbawahi perlunya perencanaan suksesi berkelanjutan.

“Tim manajemen senior kami telah menerapkan beberapa perubahan yang akan memberikan peluang bagi bakat muda untuk naik pangkat,” kata Lei (48).

Raksasa teknologi China lainnya, JD.com, juga mendapat perhatian pasar setelah CEO Richard Liu– yang mengendalikan 80 persen hak suara perusahaan — ditangkap di Amerika Serikat karena dicurigai melakukan pemerkosaan, sebelum akhirnya dibebaskan.

Dewan direksi JD.com tidak dapat membuat keputusan tanpa kehadiran Liu, sesuai dengan peraturan perusahaan. Liu, melalui pengacaranya telah membantah melakukan kesalahan, karena penyelidikan sedang berlangsung.

Peluncuran Redmi 6 dan Redmi 6A

Steven Shi, Country Manager Xiaomi Indonesia, di sela-sela peluncuran ponsel pintar Redmi 6 dan Redmi 6A menepis anggapan bahwa produk Xiaomi kerap kali disebut “perusak harga pasar”. Steven mengatakan, “Komentar ini sepertinya datang dari kompetitor. Menurut saya semua orang suka produk yang bagus dengan harga yang bagus.Kami hanya berusaha membawa teknologi kepada siapapun.”

Sementara itu, dengan menghadirkan perangkat harga terjangkau, permintaan akan perangkat terbaru Xiaomi sering kali tinggi. Hal ini sudah diantisipasi Xiaomi untuk ponsel rilis terbarunya Redmi 6A dan Redmi 6.

Permintaan yang tinggi, menjadi celah untuk penjualan barang gelap atau black market. Menanggapai hal ini, Xiaomi mengaku telah bekerjasama dengan pemerintah. Selain itu, Xiaomi juga akan menambah jumlah Authorized Mi Store.

Tidak hanya ponsel, Xiaomi juga menghadirkan TV cerdas Mi TV dengan harga lebih murah daripada kompetitor. Sebagai perbandingan, dalam presentasinya, VP of Overseas Business Mi TV, Janet Zeng, menyebutkan harga Mi TV 4A 32 inci yang jauh di bawah Samsung UA32_J4303.

Mi TV A4 32″ ini dibandrol dengan harga Rp1,999 juta, sementara tv cerdas Samsung ditawarkan dengan harga Rp3,499 juta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here