Mata Uang-Komoditas Dan Optimisme China-AS

84
Banner Top Article

Eksposisi – Mata uang komoditas seperti dolar Australia dan dolar Kanada menguat pada hari Rabu, menyusul kenaikan harga minyak dan meningkatnya optimisme atas pembahasan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat menuju kesepakatan.

Berita bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk memperpanjang pembicaraan perdagangan di Beijing untuk hari ketiga pada hari Rabu. Dimana pembicraan hari ketiga ini tidak dijadwalkan sebelumnya, mendorong harga minyak, dengan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS mencapai $50 per barel untuk pertama kalinya tahun ini.

Alhasil kondisi ini membantu memacu permintaan untuk aset berisiko dan mata uang terkait komoditas.

Aussie, yang sering dianggap sebagai parameter global untuk risk appetite serta proksi likuid pertumbuhan Cina karena ekonomi yang bergantung pada ekspor Australia, naik 0,3 persen ke level 71,62 sen.

Dolar Kanada dan Krona Norwegia masing-masing naik lebih dari seperempat persen, sementara dolar Selandia Baru naik hampir setengah persen.

Rally pada aset berisiko telah meningkat sejak Jumat lalu ketika Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan dia menyadari risiko terhadap ekonomi dan akan bersabar dan fleksibel dalam keputusan kebijakan tahun ini.

Indeks dolar turun 0,1 persen ke level 95,803, tidak jauh dari level terendah 11-minggu di 95.638 yang disentuh awal minggu ini.

Terhadap yen, dolar naik 0,1 persen ke level 108,84 yen per dolar. Di tempat lain, euro naik 0,2 persen ke level $1,1459, namun rebound euro tidak cukup besar untuk memulihkan penurunan di sesi sebelumnya di tengah kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi zona euro.

Selama sesi kemarin, penurunan tak terduga dalam output industri Jerman untuk bulan ketiga berturut-turut membebani euro. Penurunan itu cukup ringan, namun justru menggarisbawahi kekhawatiran tentang perlambatan dan kehati-hatian Bank Sentral Eropa ketika mencoba untuk menyapih kawasan itu dari stimulus.

Pound Inggris naik 0,2 persen menjadi $1,2740. Pasar berharap sterling tetap stabil selama beberapa minggu ke depan imbas masalah Brexit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here