MILE 22, Pencak Silat Menembus Hollywood Bersama Iko Uwais

194
Iko Uwais sukses membawa Pencak Silat kedalam Hollywood. (Lukman Hqeem)
Iko Uwais sukses membawa Pencak Silat kedalam Hollywood. (Lukman Hqeem)
Banner Top Article

Bisa dikatakan, Iko Uwais cukup sukses membawa Pencak Silat kedalam Hollywood. Dalam pernyataanya, Peter Berg, sutradara MILE 22 mengatakan bahwa Pencak Silat lebih rumit. Bukan hanya soal jurus tangan kosong, namun juga bagaimana menggunakan senjata seperti pisau dan lain-lain.

Pengakuan sutradara gaek bukan tanpa alasan. Dia jatuh cinta dengan Iko setelah melihat perannya di The Raid. Lantas dia menghubungi Iko untuk diajak dalam film ini pada 2015 silam. Sayangnya, proses produksi tidak bisa langsung berjalan, karena Mark Wahlberg masih harus menyelesaikan film Transformer. Baru pada 2017, film ini mulai melakukan pengambilan gambar di Kolumbia dan Atlanta, AS.

Dalam Film Mile 22, Iko Uwais dipasangkan dengan actor papan atas Hollywood, Mark Wahlberg. Dalam film berdurasi 1 jam 35 menit ini dikisahkan Iko Uwais sebagai Li Noor adalah “Paket” yang harus diantar oleh Mark dan tim ke titik penjemputan. Sebuah bandara berjarak 22 Mil dari pusat kota di negeri Antah Brantah. Sayangnya perjalanan ini tidak segampang yang dikira. Setiap mil perjalanan, harus dilalui dengan aksi baik tembak-tembakan dan perkelahian.

Sepekan sejak rilsi di AS, Film ini langsung merangsek naik di lima besar box office pekan ini.  Mile 22 berada di peringkat tiga dengan perolehan pendapatan $13,6 juta dari penayangannya di tiga ribuan layar bioskop yang diputar di kawasan Amerika Utara. Diatas Mission Impossible : Fallout yang ada diperingkat 4, setelah bertengger selamam 4 minggu.

Tak dipungkiri, salah satu orang yang paling bahagia dengan keberhasilan Iko adalah Audy, istri tercinta. Hadir dalam pemutaran khusus ini, Audy berbagi cerita keharuannya.

“Saya nahan nangis dari tadi saking lamanya ditinggal selama hamil. Saya sangat bangga, beyond proud. Saya paling suka dengan adegan waktu dia lagi diborgol,” ungkapnya bahagia.

Memang adegan perkelahian yang dimaksud Audy tersebut adalah salah satu Crown Scene dalam film ini. Sebagaimana diakui oleh sang kakak, Stevie Morley Item bahwa adegan tersebut sangat keren. Dia pun merasa bangga dengan prestasi adik iparnya ini.

Saat ini, Iko Uwais tengah syuting serial Wu Assassins. Sampai-sampai, Audy dan anak mereka terpaksa harus ditinggal selama empat bulan. Audy pun tak mempermasalahkannya. Ia mengaku sudah menduga hal ini pasti akan terjadi. Sembari mengucap syukur atas prestasi suaminya, Audy meminta dukungan kepada masyarakat Indonesia agar Iko agar berhasil menembus Hollywood dengan menyaksikan filmnya.

Mile 22 bisa dinikmati mulai hari ini disemua layar bioskop di Tanah Air. Aksi Iko Uwais, memang tidak sekeras dan sebrutal seperti dalam film The Raid. Namun satu yang pasti, sebagaimana dikatakan oleh Ricky Siahaan, manajer Iko saat kepada penulis, bahwa Iko berhasil membawa Pencak Silat ke panggung Hollywood yang lebih tinggi. Dalam Mile 22, Iko memang diberi keleluasaan besar oleh Peter Berg untuk menciptakan gerakan perkelahian secara natural mungkin.

Menariknya, Mile 22 mungkin akan menjadi film Hollywood yang paling banyak menggunakan bahasa Indonesia sejauh ini. Beberapa dialog dilakukan dalam bahasa Indonesia.

Menurut pengakuan Ricky Siahaan, hal itu atas permintaan Peter Berg sendiri. Diselipinnya Bahasa Indonesia akan menambah nilai eksotis film ini, ujarnya.

Iko sendiri mengaku senang karena bahasanya negaranya bisa dipakai di film internasional. Ia juga sempat memberikan pelajaran bagi Lauren Cohan untuk bisa berbasaha Indonesia.

“Iko sempat memberikan pelajaran sedikit sama Lauren Cohan bagaimana mengucapkan bahasa Indonesia. Dan Lauren belajarnya cepat sekali penyerapannya,” papar Ricky lagi. (Lukman Hqeem)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here