Minyak Mentah Dekati Level Tertinggi Empat Tahun

128
Banner Top Article

Harga minyak mentah mendekati level tertinggi empat tahun yang dicapai di sesi sebelumnya, seiring meningkatnya sanksi AS terhadap Iran dan ketidakinginan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk menaikkan produksi sehingga mendorong harga minyak mentah.

Minyak Brent berjangka naik 25 sen atau 0,3 persen menjadi $81,45 per barel, dan mendekati level puncak intraday $81.48, yang dicapai di sesi kemarin dan merupakan level tertingginya sejak November 2014.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 19 sen atau 0,3 persen menjadi $72,27 per barel dari penutupan sebelumnya.

Mulai 4 November mendatang, Amerika Serikat akan menargetkan ekspor minyak Iran dengan mejatuhkan sanksi, dan Washington tengah menekan pemerintah dan perusahaan di seluruh dunia untuk menyetujui dan memutus pembelian dari Teheran.

OPEC, termasuk produsen non-OPEC Russia, telah sepakat untuk mengurangi produksi sejak 2017.

Sementara itu, Britania, Cina, Perancis, Jerman, Russia and Iran hari ini mengatakan mereka bertekad untuk mengembangkan mekanisme pembayaran untuk melanjutkan perdagangan sekalipun sanksi oleh AS. Banyak analis memperkirakan langkah Washington hanya mengurangi antara 1 juta dan 1,5 juta barel per hari (bph) pasokan minyak mentah di pasar.

Akankan OPEC Bertindak?

Presiden AS Donald Trump telah meminta OPEC dan Russia meningkatkan produksi nya untuk menghantam ekspor Iran, yang merupakan penghasil minyak terbesar ketiga di OPEC.

Namun, sejauh ini OPEC dan Russiamengacuhkan seruan tersebut.

Bank of America Merrill Lynch telah menaikkan perkiraan harga minyak Brent price untuk 2019 dari $75 per barel menjadi $80, sementara menaikkan perkiraan harga minyak mentah WTI sebesar $2 menjadi $71 per barel.

Bank tersebut mengatakan “factor Iran berpeluang mendominasi pasar untuk jangka pendek dan menyebabkan lonjakan harga minyak mentah,” meskipun menambahkan bahwa kekhawatiran permintaan pasar negara berkembang dapat muncul setelahnya.”

Perusahaan penyulingan India yang saat ini tengah berjuang akibat harga minyak mentah yang tinggi dan penurunan Rupee, berencana mengurangi impor minyak. Ini dapat menjadi indikasi pertama bahwa kenaikan harga mulai mempengaruhi permintaan.

Meskipun ada sentimen positif, beberapa pelaku pasar mengatakan harga saat ini telah mencerminkan pasar yang lebih ketat, dan akan lebih banyak produksi minyak pada 2019.

Raksasa perdagangan komoditi Vitol mengatakan pada hari Selasa bahwa produsen non-OPEC, terutama Amerika Serikat, dapat memproduksi hingga 2 juta bph minyak mentah baru ke pasar pada 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here