Minyak Mentah Naik, Sanksi AS Atas Iran Merusak Persediaan

89
Banner Top Article

Minyak mentah naik sekitar $1 per barel di sesi Selasa setelah sanksi AS atas Iran menghambat ekspor minyak mentah Iran.

Washington kerja keras mendapatkan produsen lainnya untuk meningkatkan produksi di tengah pengetatan persediaan minyak global.

Washington telah mengatakan kepada negara sekutunya untuk mengurangi impor minyak dari Iran dan beberapa negara pembeli, termasuk Korea Selatan, Jepang dan India terlihat mulai mengurangi.

Namun, pemerintah AS tidak ingin menaikkan harga, yang dapat menekan aktifitas ekonomi atau bahkan memicu perlambatan pertumbuhn global.

Minyak Brent naik $1,13 menjadi $78,50 per barrel, atau naik 1,5 persen, minyak West Texas Intermediate (WTI) AS naik $1,10, atau 1,6 percent, di $68,64 per barrel. Selisih Antara minyak dan Brent melebar menjadi $10,38 per barrel, terbesar sejak 20 Juni.

Menteri Energi AS Rick Perry bertemu Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih pada hari Senin di Washington, dimana pemerintahan Trump mendorong negara produsen untuk tetap menaikkan output. Perry akan bertemu dengan Menteri Energi Rusia Alexander Novak pada Kamis ini di Moskow.

Grup OPEC dan non-OPEC secara sukarela telah menahan persediaan sejak Januari 2017 untuk memperketat pasar, namun dengan kenaikan harga sebesar lebih dari 40 persen sejak kesepakatan tersebut dan pasar pun secara signifikan lebih ketat, muncul tekanan pada negara produsen untuk menaikkan output.

Kenaikan harga minyak juga ditopang oleh serangan di kantor pusat National Oil Corporation (NOC) Libya di ibukota Tripoli pada Senin kemarin. NOC telah melanjutkan produksi relatif normal di tengah kekacauan di Libya.

Di saat pengetatan di pasar Timur Tengah, negara pembeli di Asia mencari persediaan alternatif, dengan impor minyak mentah Korea Selatan dan Jepang dari AS mencapa rekor di September.

Produsen minyak AS saat ini tengah mencari pembeli minyak mentah dimana mereka sering jual ke Cina sebelum mengalami penurunan pesanan karena ketegangan perdagangan antara Washington and Beijing.

Meningkatnya ekspor minyak AS ke tiga negara tersebut tak lepas dari selisih harga minyak mentah AS dan Brent yang semakin melebar, ungkap para pelaku pasar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here