Minyak Mentah Semakin Tak Terkendali Imbas Sanksi Iran

165
Banner Top Article

Minyak mentah kokoh di dekat level tertinggi sejak Nopember 2014 seiring pasar bersiap untuk pengetatan persediaan saat sanksi AS atas Iran berlaku bulan depan.

Minyak mentah acuan internasional, Brent, flat di level $84,98 per barel setelah sentuh level atas empat tahun $85,45 di sesi kemarin.

Sementara, minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) naik 11 sen di $75,41 per barel, setelah sentuh juga menyentuh level atas emapt tahun $75,91 di awal sesi.

Brent dan WTI naik tiga kali lipat sejak naik dari level terendah yang dicapai pada Januari 2016, ketika Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPC) dan sekutunya dipimpin Russia mulai menahan persediaan minyak untuk mengimbangi kelebihan di pasar.

Sentiment terangkat oleh kesepakatan terbaru untuk menyelamatkan NAFTA sebagai pakta trilateral antara AS, Meksico and Kanada, menyelamatkan zona perdagangan terbuka senilai $1,2 triliun pertahun yang berpeluang runtuh.

Namun secara fundamental, pasar minyak terdoorng oleh meningkatnya sanksi AS atas industri minyak Iran, yang pada puncaknya diperkirakan pada akhir tahun memasok hamper 3 persen dari konsumsi harian mendekati angka 100 juta barel per hari.

Sebuah survei Reuters pada produksi OPEC menemukan ekspor minyak Iran di September turun 100,000 barel per hari, sementara produksi dari kelompok tersebut secara keseluruhan meningkat 90.000 bph dibandingkan pada Agustus.

Sanksi Washington efektif berlaku pada 4 Nopember. Banyak analis mengatakan OPEC akan kerja keras untuk menutupi penurunan ekspor dari Iran.

Namun, Barclays bank, Inggris mengatakan “OPEC memiliki sejumlah kapasitas cadangan”.

Untuk saat ini, meningkatnya harga minyak mentah dan melemahnya mata uang pasar negara berkembang, termasuk rupee India dan Rupiah Indonesia, dapat mengikis pertumbuhan ekonomi.

“menurunnya pertumbuhan permintaan dan persediaan baru seharusnya meredan sentiment bullish dan menekan turun harga hingga akhir tahun ini,” sebut Barclays.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here