Minyak mentah mendekati harga tertingginya dalam enam pekan imbas badai yang menerpa teluk Meksiko dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Kenaikan Minyak Mentah pada level tersebut di sesi Jumat, tak lepas dari langkah produsen minyak yang memangkas lebih dari setengah produksinya dalam mengantisipasi badai tropis di teluk Meksiko, dan juga ketegangan di kawasan timur tengah yang terus bergejolak.

Minyak Mentah Brent berjangka mencatat kenaikan 53 sen atau sebesar 0,8% pada level $67,05 per barel, di mana pada sesi Kamis turun 0,7% setelah sempat menyentuh level tertingginya pada 30 Mei di level $67,65 per barel.

Sementara, West Texas Intermediate (WTI) naik 42 sen atau 0,7%, di level $60,62 per barel. Minyak Mentah berjangka AS tersebut sempat mencatat level tertingginya sejak 23 Mei pada sesi kamis di level $60,94.

Pada Kamis, perusahaan minyak di teluk meksiko telah memangkas produksi lebih dari 1 juta barel per hari (bph) , atau sebesar 53% dari produksi di wilayah terrsebut, akibat Badai Tropis Barry yang kemungkinan melanda daratan di pantai Louisiana pada Sabtu.

Badai Barry diperkirakan akan menjadi badai kategori satu dengan kecepatan angin setidaknya 74 mil per jam (119 km-per-jam).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here