Mr Tsu Bersyukur Banyak Kegiatan Manggung Selama Ramadhan

    103
    Banner Top Article

    Bulan Ramadhan penuh keberkahan bagi banyak orang yang gembira menyambutnya. Hal itu juga yang dirasakan Mr Tsu, pesulap yang merasa bersyukur dirinya banyak kegiatan manggung selama bulan suci yang sangat didambakan umat Islam.

     

    “Alhamdulillah saya bersyukur seminggu ini ful banyak kegiatan manggung selama bulan Ramadhan, “ kata Mr Tsu kepada Eksposisi.com, dalam acara MT. Riyadussolihin Berbagi Kasih Bersama 500 Yatim & 100 Duafa, di Ruang Andalusia Gedung Menara 165, Jl. TB. Simatupang Kav 1, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2019).

     

    Lebih lanjut, lelaki pemilik nama lengkap Tsuhada itu menceritakan awal dirinya terjun ke dunia sulap, “Dari kecil bapak saya Marwoto yang seorang pelukis yang di dalam lukisannya bernama Dino AS setiap pulang ke rumah selalu mengajari saya main sulap sehingga sekarang saya memantapkan diri menjadi pemain sulap, “ ungkapnya bangga.

     

    “Saya memulai sulap sejak SD, kemudian saya ngamen dan setelah SMA kembali main sulap, “ imbuhnya.

     

    Menurut Mr Tsu, talentanya main sulapnya semakin terasah dengan ikut pelatihan sulap di daerah Slipi. “Saya belajar bersama teman-teman sesama pesulap dengan bimbingan Dui Montero, “ bebernya.

     

    Mr Tsu mengaku banyak panggilan untuk tampil menunjukkan kemampuan main sulapnya di acara santunan anak yatim maupun acara ulang tahun yang membuatnya semakin mantap menekuni dunia sulap. “Alhamdulillah, banyak kegiatan sampai Kalimantan, “ tuturnya penuh rasa syukur.

     

    Setiap main sulap, Mr Tsu ingin dapat menghibur orang banyak mungkin, terlebih anak yatim.  “Karena sebaik-baiknya orang memang harus berguna bagi masyarakat sekitarnya, “ tegasnya.

     

    Obsesi Mr Tsu ingin membuka rumah sulap untuk lebih giat lagi main sulap, bahkan mengajak sebanyak orang untuk melakukan kegiatan positip. “Mari kita giat bekerja, jangan menganggur, isi kehidupan ini sebaik-baiknya dengan bekerja, jauhi narkoba dan hal-hal yang dilarang agama, hidup sekali harus punya arti, “ pungkas Mr Tsu sumringah.

    Berita sebelumyaJapan Foundation Asia Center Tumbuhkan Semangat Kerja Sama Orang-orang Asia
    Berita berikutnyaHUT ke-24, Humaniora Foundation Santuni Para Janda Pemulung
    Akhmad Sekhu, wartawan dan juga sastrawan. Memenangkan berbagai lomba, seperti di antaranya: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Review Film “Laura & Marsha” (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014), Pemenang penulisan berita Moxplay (2017), Pemenang penulisan berita Superbrands (2017), Pemenang penulisan berita SC Johnson Gelar Nobar Film ‘Kartini’ bersama 500 Guru dan Dian Sastrowardoyo (2017), Pemenang penulisan berita launching single Hadija by Ussy Sulistiawaty (2019). Buku puisinya: Penyeberangan ke Masa Depan (1997), Cakrawala Menjelang (2000). Sedangkan, novelnya: Jejak Gelisah (2005), Chemistry (2018).

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here