Ekonomi AS hanya menambahkan sebanyak 130.000 lapangan kerja baru di Agustus, di bawah perkiraan, data resmi payroll non pertanian (NFP) AS pada Jumat menunjukkan.

Dalam jajak pendapat yang dilakukan Reuters, para ekonom memperkirakan kenaikan sebanyak 158.000 lapangan kerja baru. Bahkan data NFP kali ini pun di bawah laporan bulan lalu yang menambahkan sebanyak 159.000 lapangan kerja pada Juli.

Sementara itu, tingkat pengangguran AS tidak mengaami perubahan dan berada di angka 3,7 persen, sementara pertumbuhan pendapatan perjam tumbuh 3,2 persen dari tahun lalu.

Ekonomi AS merasakan tekanan perang tarif Presiden Donald Trump dengan Cina dan pelambatan global yang lebih luas. Trump telah membicarakan ekonomi AS dalam beberapa pekan terakhir di tengah meningkatnya keresahan tentang potensi resesi.

Angka data kerja bulan lalu terdongkrak oleh penerimaan sebanyak 25.000 pekerja oleh pemerintah untuk sensus AS mendatang.

Namun, Departemen Tenaga Kerja mengatakan perusahaan menambahkan 20.000 lebih sedikit pekerjaan pada Juli dan Juni disbanding perkiraan sebelumnya. Dan sementara gaji dan angka partisipasi angkatan kerja meningkat, meski keduanya masih lebih rendah tingkat biasanya sebelum krisis keuangan 2008.

Federal Reserve AS diperkirakan akan memangkas suku bunga pada pertemuan bulan ini dalam upaya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Pada bulan Juli, bank sentral memangkas suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2008.

Namun, itu tidak cukup untuk memuaskan Trump, yang telah berulang kali menyerukan penurunan suku bunga “substansial”. Dalam tweet terbarunya tentang ekonomi, Trump membantah ada masalah yang muncul.

“Ekonomi saat ini bagus. Satu-satunya hal yang menambah ‘ketidakpastian’ adalah berita palsu,” tulisnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here