Selalu ada hikmah di balik peristiwa apa saja, meski pun itu musibah pandemi virus corona yang terjadi sekarang ini. Demikian diyakini Noorlatifah, SE., M.I.Kom., Anggota DPRD Kota Banjarmasin Komisi 2 Fraksi Partai Golkar, yang mengaku selama stay at home dirinya jadi lebih dekat dengan keluarga.

Sebagai wakil rakyat, perempuan yang akrab disapa Lala itu tampak begitu sangat peduli pada masyarakat dengan selalu mengawasinya, agar tidak terkena virus corona, dan memperhatikan bantuan Pemerintah agar sampai dan tepat sasaran. Lala juga memberi bantuan masyarakat terdampak Corona.

Noorlatifah Sangat Peduli Beri Bantuan Masyarakat Terdampak Corona 1

“Selama stay at home, kita jadi lebih dekat dengan keluarga. Kita juga bisa lebih mengawasi masyarakat yang sudah terealisasi atau belum bantuan oleh Pemerintah Banjarmasin, “ kata Lala menuturkan pengalamannya selama stay at home di masa darurat Corona, Jumat (24/4/2020).

Perempuan kelahiran Banjarmasin, 9 April 1987, itu lebih lanjut menerangkan, pandangannya mengenai Virus Corona. “Virus corona sangat berbahaya, terutama yang pertama, vaksin maupun obatnya belum ada di Indonesia bahkan di seluruh dunia, masih belum ditemukan, dengan kenyataan seperti ini virusnya memang sangat berbahaya, karena pengobatannya sendiri masih menggunakan obat yang tersedia dari Indonesia maupun obat yang diimport dari luar, hanya untuk penyembuhan batuk pengobatannya batuk, belum spesifik untuk pengobatan virus corona sendiri, jadi virus corona benar-benar sangat berbahaya, wajib bagi kita untuk mengikuti anjuran pemerintah agar tidak terkena corona, “ terang istri dari H. Budi Wijaya ini.

Untuk menyikapi virus tersebut, Lala punya konstituen yang kebanyakan masyarakat pra sejahtera, jadi ia selalu memonitor masyarakat agar semuanya mendapat bantuan dari Pemerintah Banjarmasin, dan kalau ada yang belum mendapatkan bantuan, ia bantu untuk menyampaikan aspirasi ke pemerintah Banjarmasin, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan sampai ke dinas sosial. “Nah, kalau masih ada masyarakat belum tercover, kita secara pribadi menyiapkan pembagian sembako maupun uang tunai jadi kita berinisiatif semampu kita bisa bantu. Kita juga melakukan penyemprotan secara gratis, “ ungkapnya mantap.

Menurut Lala, di Banjarmasin cenderung meningkat terus. Sebagai daerah pandemik utama dan merupakan ibukota provinsi Kalsel, Banjarmasin punya kemungkinan akan banyak terpapar. Data per 24 April 2020, di saat hari pertama pemberlakuan PSBB Banjarmasin sudah mencapai angka 30, setelah beberapa hari bertahan 22. “Hari pertama puasa, dengan data orang terkonfirmasi positif banyak, kita tentu harus semakin menahan diri dan tidak memaksakan bertemu banyak orang, apa pun alasannya, “ ujar Lala mengingatkan.

Pendapat Lala mengenai penanganan pemerintah sekarang dalan menangani Corona sebenarnya sudah bagus dengan jaga jarak maupun stay at home. “Minimal 14 hari, kuncinya kedisplinan warga masyarakat, “ tegas Lala.   

Lala menyampaikan, bulan puasa Ramadhan pada tahun-tahun sebelumnya, ada sholat taraweh berjamaah, atau buka puasa bersama. “Tahun ini tidak ada, kita mengambil hikmahnya, dengan adanya corona untuk lebih dekat dengan keluarga akhirnya. Biasanya sebulan aktifitas kita di rumah hanya 30 persen, tapi sekarang 100 persen di rumah, “ tandasnya.

Untuk mencegahan, Lala menambahkan, dimulai dari diri sendiri, jara jarak, pakai masker. “Pulang dari tugas dinas, begitu masuk  rumah, kita langsung ganti baju dan mandi, jadi sekarang ini kita banyak sekali mandi, sehari sekarang kita mandi sampai lima kali lebih. Semua itu dilakukan tentu agar terhindar dari corona, baik diri saya sendiri maupun orang-orang tercinta di sekeliling kita, “ pungkas Lala sumringah.

Noorlatifah Sangat Peduli Beri Bantuan Masyarakat Terdampak Corona 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here