Outlook Pertumbuhan IMF Seret Minyak Mentah

78
Dana Meneter Internasional atau IMF
International Monetary Fund
Banner Top Article

Harga minyak mentah tergelincir di sesi Rabu pasca Dana Moneter Internasional (IMF) pangkas perkiraan pertumbuhan global.

Namun, harga minyak mentah tertopang oleh Badai Michael yang tengah menuju Florida sehingga menyebabkan ditutupnya hampir 40 persen produksi minyak mentah di teluk Meksiko AS.

Minyak acuan Brent turun 25 sen di $84,75 per barel setelah di sesi kemarin naik 1,3 persen. Sementara minyak light crude AS juga turun 25 sen di $74,71 per barel.

IMF menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2018 dan 2019 pada Selasa kemarin, sehingga meningkatkan kekhawatiran potensi berkurangnya permintaan produk minyak.

Tensi dagang dan meningkatnya tariff impor mulai memakan korban pada perdagangan internasional, sementara pasar negara berkembang masih terus berjuang dengan kondisi keuangan yang semakin ketatdan aliran modal yang keluar, IMF menyebutkan.

Di AS, sebanyak hampir 40 persen produk minyak mentah harian tidak diproduksi dari ladang minyak lepas pantai Teluk Meksiko AS pada hari Selasa atas evakuasi dan penutupan platform sebelum Badai Michael tiba.

Badai Michael semakin meningkat menjadi badai kategori 4 yang sangat berbahaya, berdasarkan peringatan terkini dari Pusat Badai Nasional AS.

Evakuasi para pekerja oleh produsen minyak dari 75 platform dilakukan karena badai terus mengarah ke tengah Teluk tengah dalam perjalanan menuju daratan pada Rabu di Florida Panhandle.

Louisiana Offshore Oil Port, terminal minyak milik swasta terbesar di AS, mengatakan pada hari Selasa mereka terlambat menghentikan operasi di terminal lautnya. Fasilitas ini adalah satu-satunya pelabuhan AS yang dapat memuat dan membongkar tanker sepenuhnya dengan kapasitas 2 juta barel minyak.

Perusahaan tambang terpaksa menghentikan produksi minyak mentah harian sekitar 670.800 barel minyak dan 726 juta kaki kubik gas alam pada tengah hari pada hari Selasa, menurut regulator lepas pantai Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan.

Persediaan minyak mentah juga menjadi kekhawatiran di Timur Tengah. Ekspor minyak mentah Iran terus mengalami penurunan di minggu pertama Oktober, menurut data tanker dan sumber industri, karena para pembeli mencari alternatif menjelang sanksi AS yang mulai berlaku pada 4 Nopember.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here