Pameran Numismatik 3 Jaman Dalam Kepingan Cerita

484
Pameran Numismatik dibuka oleh Dra. Triana Wulandari, Direktur Sejarah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (23/08) - (Lukman Hqeem/EKSPOSISI)
Pameran Numismatik dibuka oleh Dra. Triana Wulandari, Direktur Sejarah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (23/08) - (Lukman Hqeem/EKSPOSISI)
Banner Top Article

Bank Indonesia, bersama dengan Club Oeang Revoloesi (CORE) mengadakan Pekan Numismatik Indonesia. Kegiatan berupa pameran dan seminar ini berlangsung di Museum Bank Indonesia mulai hari ini, Kamis (23/08) hingga hari Minggu (26/08), Kawasan Kota Tua Jakarta. Kegiatan ini sekaligus menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, dan mensukseskan ASIAN GAMES 2018.

#SahabatMuseumBI bisa memperkaya pengetahuan melalui seminar dan workshop, sekaligus melihat langsung pameran koleksi koin dan uang kertas nusantara, khususnya pada masa kemerdekaan Republik Indonesia. Mengangkat tema “Kilasan Numismatik dalam Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia”, kegiatan ini dibuka oleh Dra. Triana Wulandari, Direktur Sejarah sekaligus Plt. Direktur Pelestarian Cagar dan Budaya dan Permuseuman Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dalam sambutannya, Triana menyambut baik penyelanggaraan Pameran Koin dan Uang Kertas Nusantara : 3 Zaman dalam Keping Cerita. Menurutnya, lewat kegiatan ini masyarakat bisa belajar sejarah dengan melihat penggunaan alat pembayaran di Nusantara. Selain itu, para kolektor numismatik ini secara tidak langsung telah ikut berpartisipasi dalam melestarikan benda sejarah bangsa. Tentu saja hal ini akan berguna bagi generasi yang akan datang, ungkap Triana Wulandari.

Menurut B. Untoro, selaku ketua kegiatan ini, terdapat 15an kolektor yang memamerkan koleksinya. Dari koleksi-koleksi ini, tergambarkan sejarah alat pembayaran di Nusantara sejak era kerajaan hingga modern. Pameran ini, menampilkan jenis-jenis uang yang pernah diterbitkan di Indonesia yang terbukti bukan hanya terbitan otoritas utama De Javasche Bank atau Bank Indonesia. Lebih jauh dijelaskan, sejumlah pihak seperti perusahaan swasta VOC, pemerintah Belanda, pemerintah Perancis, pemerintah Inggris, perkebunan, otoritas bank lain misalnya NHM dan NIEM, Jepang, NICA, Uang Revolusi atau ORI, Uang Daerah atau ORIDA, pemerintah RI cq Departemen Keuangan, Bank Indonesia, pemberontakan RMS – PRRI – Permesta – DI-TII.  Bahkan menurutnya, jumlah uang yang diterbitkan oleh De Javasche Bank dan Bank Indonesia hanya mencapai sekitar 50%.

Pengujung Pameran Numismatik di Museum Bank Indonesia, Kamis (23/08) - (Lukman Hqeem/EKSPOSISI)
Pengujung Pameran Numismatik di Museum Bank Indonesia, Kamis (23/08) – (Lukman Hqeem/EKSPOSISI)

Bursa, Seminar dan Lokakarya Numismatik

Selain pameran, juga ada bursa dimana para pedagang menjajakan sejumlah koin, uang kertas, prangko, serta alat pembayaran terkait lainnya. Sebanyak 35 pedagang berpartisipasi dengan ragam koleksinya. Salah satu gerai, menampilkan kreasi pengukir dalam uang kertas Indonesia. Mujirun, adalah salah satu ahli engraver, teknik cungkil dalam desain, dimana sejumlah karyanya menghiasi uang-uang kertas kita. Umumnta bergambar Pahlawan Nasional. Kali ini, Mujirun selain menampilkan hasil karyanya, juga sejumlah lukisan yang dibuat dengan teknik ini. Sejumlah tokoh penting telah diabadikannya. Mulai dari Presiden Soekarno, Sejumlah Menteri hingga Albert Eisntein.

Bank Indonesia sendiri dalam seminarnya, mengetengahkan sejarah krisis di Indonesia. Dalam paparannya, dijelaskan bagaimana krisis ini bermula dan peran Bank Indonesia dalam mengatasi krisis yang berlangsung pada tahun 1998 tersebut. Antusiasme pengunjung cukup tinggi dalam mengikuti kegiatan ini. Tak terkecuali sejumlah mahasiswa Jurusan Sejarah Universitas Indonesia.

Lokakarya sekilas dilakukan untuk mengenal dan mengidentifikasi Oeang Republik Indonesia Daerah (ORIDA) oleh CORE. Dalam kegiatan ini, disajikan bagaimana cara menilai keaslian barang-barang koleksi ini. Memang dengan nilai yang tinggi, benda-benda numismatik akan rawan dari pemalsuan. Oleh sebab itu, perlu ketrampilan dalam menganalisa keaslian benda numismatik. Selain itu juga disampaikan sejumlah saran-saran dan tip bagaimana memelihara uang kertas dan koin.

Dalam kesempatan ini, CORE juga menerbitkan bulletin yang berisi informasi terkini perkembangan dunia numismatik nasional. (Lukman Hqeem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here