Pasar Saham Indonesia Berpeluang Menguat Lagi

65
Banner Top Article

EksposisiNews –┬áPasar saham Indonesia berhasil menghentikan penurunan yang diperoleh selama dua hari berturut-turut pada sesi Rabu, dengan mencatat akumulasi penurunan hampir 50 poin atau 0,8 percent.

Saat ini, Jakarta Composite Index (JCI) berada tepat di bawah level tertinggi 6.465 poin dan diperkirakan ini akan kembali berada di wilayah hijau pada pembukaan perdagangan di sesi kamis.

Perkiraan secara global, pasar saham Asia menunjukkan sentimen yang cukup positif. Hal ini tidak lepas dari membaiknya proyeksi suku bunga dan kenaikan harga minyak mentah. Selain itu, kenaikan pada pasar saham Eropa dan AS diyakini akan mempengaruhi perdagangan di bursa Asia secara umum.

Pada perdagangan sesi Rabu, indeks JCI ditutup dengan kenaikan yang cukup signifikan menyusul performa beragam mulai dari saham sektor keuangan maupun saham sektor pertambangan. Indeks JCI menutup perdagangan sesi Rabu dengan kenaikan 27,71 poin atau 0,43 persen dan berada di level 6.464,19 setelah berada dalam rentang 6.435,42 dan 6.464,93.

Prospek dari Wall Street tegas dalam menanggapi pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve, yang menghantarkan indeks mayoritas Wall Street mendekati level penutupan tertinggi dua bulan.

Indeks Dow Jones menguat 434,90 poin atau 1,77 persen ditutup pada level 25.014,86, sementara indeks NASDAQ mencatat kenaikan 154,79 poin atau 2,20 persen ditutup pada level 7.183,08, dan indeks S&P 500 mencatat kenaikan 41,05 poin atau 1,55 persen dan ditutup pada level 2.681,05.

Saham-saham di Wall Street bergerak naik setelah the Fed umumkan keputusan yang telah diperkirakan untuk kembali mempertahankan suku bunganya tidak berubah dan memberiukan indikasi bahwa the fed masih tetap bersabar terkait kenaikan suku bunga.

Sentimen positif juga dihasilkan dari laporan pendapatan perusahaan yang cukup solid dari raksasa produsen pesawat terbang Boeing dan produsen iPhone serta MacBook, Apple.

Sementara itu, minyak mentah kembali mencatat kenaikan pada sesi Rabu, meneruskan kenaikan dari sesi sebelumnya yang terpengaruh oleh sanksi AS terhadap minyak Venezuelan. West Texas Intermediate Crude oil berjangka untuk pengiriman Maret naik $0,92 atau 1,7 persen ditutup di harga $54,23.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here