PDB Kuartal Kedua AS Lampaui Perkiraan

64
PDB
PDB Produk Domestik Bruto
Banner Top Article

Produk Domestik Bruto (PDB) AS meningkat di kuartal kedua dan melampaui hasil pada kuartal sebelumnya, laju pertumbuhan terbaik di hampir empat tahun dan semakin mendekati target pertumbuhan tahunan pemerintahan Trump yakni sebesar 3 persen.

PDB tahunan AS meningkat meningkat 4,2 persen, Departemen Perdagangan mengatakan pada Rabu dalam perkiraan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua April – Juni.

Hasil ini lebih baik dari laju pertumbuhan sebelumnya sebesar 4,1 persen dalam laporan di Juli dan merupakan pertumbuhan tercepat sejak mencatat pertumbuhan tercepat sejak laporan kuartal ketiga 2014.

Pertumbuhan ekonomi pada kuartal Januari hingga maret sebesar 2,2 persen. Revisi Pertumbuhan pada kuartal lalu menunjukkan kenaikan belanja bisnis pada perangkat lunak dari estimasi sebelumnya dan minimnya impor minyak.

Pertumbuhan ekonomi AS di kuartal pertama 2018 berada pada laju 3,2 persen, meningkat dari laju pertumbuhan 3,1 persen di bulan lalu. dibandingkan dengan kuartal kedua 2017, produksi meningkat 2,9 persen merevisi laporan sebelumnya yakni 2,8 persen.

Namun, para ekonom mencemaskan laju pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua ini tidak berkelanjutan karena ekonomi AS masih digerakkan oleh satu faktor saja.

Selain itu, ekonomi menghadapi kendala seperti produktivitas rendah dan pertumbuhan populasi yang lambat.

Paket pemotongan pajak pemerintah Trump senilai $1,5 triliun memberikan kejutan terhadap belanja konsumen setelah hampir terhenti pada kuartal pertama dan ekspor kedelai ke China dilakukan sebelum pembalasan tarif perdagangan.

Ada indikasi beberapa momentum hilang di awal kuartal ketiga, menyusul laporan pemerintah pada defisit perdagangan barang melonjak 6,3 persen menjadi $72,2 miliar di Juli atas penurunan sebesar 6,7 persen pada pengiriman makanan yang memebani ekspor.

Belanja Konsumen Kuat, Sektor Perumahan Lesu

Sementara belanja konsumen masih cukup kuat di awal kuartal ketiga, pasar perumahan justru terus melemah dengan pertumbuhan pembangunan rumah lebih rendah dari perkiraan di Juli dan penjualan rumah baru dan rumah bekas tinggal menurun ditengah kelangkaan properti.

Para ekonom memperkirakan, laju pertumbuhan ekonomi kuartal kedua AS mengalami revisi penurunan menjadi 4,0 persen. Laju pertumbuhan yang kuat berpeluang menjaga Federal Reserve di jalur untuk kenaikan suku bunga pada bulan September untuk ketiga kalinya tahun ini.

Pasca dirilisnya data PDB, saham di Wall Street diperdagangkan menguat, dengan indeks S&P 500 menyentuh rekor atas. Dolar hanya bergerak tipis terhadap mata uang mayoritassementara nilai obligasi AS sebagian besar jatuh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here