31.5 C
Jakarta
Minggu, 25 Agustus 2019
Beranda Ekonomi Pemangkasan Suku Bunga The Fed Berpotensi Memicu Resesi

Pemangkasan Suku Bunga The Fed Berpotensi Memicu Resesi

0
Pemangkasan Suku Bunga The Fed Berpotensi Memicu Resesi

Eksposisi – Badan otoritas keuangan tertinggi Paman Sam atau lebih dikenal dengan the Fed kembali mendapat kritikan terkait dengan kebijakan suku bunganya.

Selama beberapa minggu terakhir pasar berkeyakinan the Fed akan kembali memangkas suku bunga setelah melihat kecenderungan dan sinyalemen ekonomi serta komentar beberapa pejabat the Fed.

Sebagai negara super power, kebijakan ekonomi AS cukup berpengaruh kepada negara-negara lainnya, salah satu sebabnya mata uang dolar merupakan acuan dalam perdagangan dunia. Oleh karena itu kebijakan ekonomi AS harus bersesuaian agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi negara-negara lain.

Kondisi perekonomian dunia saat ini sudah melambat, penyebab paling dominan adalah perang dagang antara AS dan China. Dan menurut analis, jika the Fed kembali memangkas suku bunga maka kondisi perlambatan ekonomi dunia akan memburuk.

Seperti dikutip dari Market Watch, salah satu analis yang melontarkan kritik kepada the Fed adalah ekonom kepala Mizuho Americas, Steve Ricchiuto. Beliau mengatakan bahwa the Fed membuat kesalahan besar jika memangkas suku bunga yang saat ini sudah sangat rendah.

The Fed memiliki alasan tersendiri atas kecenderungan tersebut, dimana kecemasan akan memanasnya tensi perang dagang AS-China dan problem lainnya dapat mengancam perekonomian.

Permasalahan krusial lainnya yang diungkap the Fed adalah kualitas pinjaman dan kesehatan berbagai institusi keuangan AS.

Sebaliknya Ricchiuto menegaskan bahwa tiga resesi sebelumnya, 1990-91, 2000-21 dan 2007-09 justru dipicu oleh penggelembungan pinjaman (kredit) yang tidak dapat dicegah the Fed akibat kebijakan moneter yang terlalu longgar.

Pemangkasan suku bunga justru akan memicu tindakan ambil risiko berlebihan dari para kreditur dan memperparah resesi berikutnya dan akhirnya akan meningkatkan biaya bagi masyarakat.  Semakin dalam resesi maka pemulihannya semakin Panjang.

Salah satu kesalahan the Fed dimasa lalu yang perlu dijadikan contoh adalah penggelembungan sektor perumahan diakhir 90-an akibat menahan suku bunga rendah terlalu lama. Berikutnya bank sentral gagal mengendalikan kelebihan pinjaman disektor perumahan pada resesi 2000-2001 yang akhirnya memicu pelemahan terparah yang terakhir kali terjadi pada 1930 silam atau dikenal dengan Great Depression.

Setelah resesi tersebut, butuh waktu sekitar tiga tahun untuk memulihkan sektor ketenagakerjaan. Pada resesi 2007-09 butuh waktu lima tahun sampai semuanya kembali normal.

“Keenganan the Fed untuk bertindak dalam menekan penggelembungan sector perumahan jelas-jelas merupakan kesalahan kebijakan karena mereka gagal memahami betapa berpengaruhnya kebijakan kredit terhadap perekonomian dijangka Panjang.” Ungkap Ricchiuto.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here