Eksposisi.com, Jakarta – Indonesia memang harus cepat beradaptasi dan tidak boleh tertinggal dari negara-negara lain yang sedang berlomba, adu kecepatan, untuk membenahi negaranya masing-masing di era digital dan perubahan peradaban manusia dewasa ini.

Hal ini disampaikan rektor Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Prof DR. H. Sumaryoto saat memberikan saat memberikan sambutan pada acara wisuda ke 72 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (13/11/2019).

optimis

Dalam menghadapi dan menyikapi perubahan peradaban manusia, kata Sumaryoto tidak bisa dilakukan dengan pesimisme dan kekhawatiran yang berlebihan. Indonesia justru harus optimis dan yakin bahwa modal sosial dan energi kebangsaan kuat untuk melompat ke depan.

”Perlu dipertegas lagi mahasiswa adalah pemeran utama bangsa ini dalam menghadapi revolusi industri 4.0 ini, dengan bimbingan dari para dosen, dukungan dari pemerintah dan masyarakat sekitar serta dengan fasilitas yang memadai mahasiswa akan mampu menghadapi revolusi industri 4.0 serta mengharumkan bangsa di mata internasional, “ ujar Sumaryoto di hadapan 1129 wisudawan.

Sumaryoto berharap pemerintah melalui Menristekdikti dan Kementrian Tenaga Kerja mendorong dunia pendidikan untuk membangun rasa percaya tinggi dan jiwa kompetisi untuk meningkatkan daya  saing tidak hanya di tingkat nasional namun juga di tingkat global.

Pada kesempatan yang sama rektor juga menyikapi tentnag perubahan kurikulim 2103. Menurutnya perubahan kurikulum memang baik, tapi perubahan itu harus didukung dengan riset dan kondisi yang menyatakan kurikulum harus di ganti.

“Sebelum kurikulum baru dicetuskan harus ada evaluasi dan riset dari kurikulum sebelumnya agar kita bisa melihat dibagian mana yang harus kita rubah, dan apakah perubahan itu mengharuskan kurikulumnya diganti atau hanya perbaikan kurikulum sebelumnya saja,” ujar Sumaryoto.

peningkatan pesat

Adapun, Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III DKI Jakarta Samsuri mengapresiasi atas peningkatan pesat pembanguan infrastuktur yang terjadi di Universitas Inrdaprasti (Unindra)  PGRI.

Dalam kurun 14 tahun terakhir Unindra PGRI telah menunjukan perubahan yang sangat signifikan. Hal ini dikatakan Samsuri berdasarkan catatan LL Dikti Wilayah III Jakarta Unindra PGRI adalah PTS yang sangat taat azaz dalam hal aturan sehingga tergolong baik saat akreditasi perguruan tingga dan seluruh progran studi Unindra PGRI pun sudah terakredisi di harapkan mampu bersaing dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

”Di era digital perguruan tinggui perlu melakukan penyesuaian di antaranya dalam hal kurikulum, sarana prasarana, metodologi, dan metode mengajarpun harus di kembangkan. Bukan hanya materi belajar secara konvesional di kelas dan melalui buku, tetapi juga nelalui duina maya  seperti e-book dan pertemuan jarak jauh. Agar lulusan benar-benar siap menghadapi revolusi industri 4.0,” tegas Samsuri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here