Perang Dagang Memberatkan Bursa Asia Naik

188
Bursa Saham Asia berada di zona merah dalam perdagangan akhir pekan, Jumat (24/08). Sentimen Perang Dagang masih membayang.(Lukman Hqeem/Eksposisi/Ist.)
Bursa Saham Asia berada di zona merah dalam perdagangan akhir pekan, Jumat (24/08). Sentimen Perang Dagang masih membayang.(Lukman Hqeem/Eksposisi/Ist.)
Banner Top Article

Sentimen perang dagang masih menjadi pemberat bursa-bursa Asia. Pada pembukaan perdagangan hari ini bursa-bursa Asia dibuka menguat tetapi kemudian langsung terjerembab ke zona merah.

Bursa saham Jepang dibuka menguat pada perdagangan hari Jumat (24/8/2018) terbantu pelemahan yen terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Bursa Tokyo menepis sentimen negatif memanasnya perang dagang antara AS dan Cina. Indeks acuan Nikkei 225 naik 0,31% ke posisi 22.481,19 sementara indeks Topix melompat 0,51% ke 1.706,86 di awal perdagangan. Pendorongnya berasal dari saham emiten sektor elektronik dan kendaraan bermotor. Saham Panasonic Corp naik 3,01%, saham Saiko Epson Corp naik 2,96% dan saham Isuzu Motor Ltd naik 2,09%.

Sektor Teknologi bangkit, Wall Street ditutup menguat. Dini hari tadi, Wall Street melemah akibat memanasnya perang dagang antara dua negara dengan perekonomian terbesar dunia itu dan kasus hukum yang menyinggung Presiden AS Donald Trump. Dow Jones Industrial Average turun 0,3% ke posisi 25.656,98, S&P 500 melemah 0,2% ke 2.859,98, dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,1% menjadi 7.878,46.

AS secara resmi mengenakan tarif impor baru terhadap berbagai produk Cina senilai US$16 miliar (Rp 234 triliun) hari Kamis. Cina langsung membalas dengan bea impor baru untuk produk Negeri Paman Sam dengan nilai US$16 miliar. Selain itu, pembicaraan perdagangan antara keduanya berakhir tanpa terobosan apapun, tuli

Indeks Hang Seng dibuka menguat 0,2% ke 30.244,22. Saham emiten sektor migas dan elektronik menjadi penopang penguatan awal perdagangan. Saham Sino Land Co Ltd menguat 2,98%, saham PetroCina Co Ltd naik 2,23% dan Sunny Optical Technologies Grup Co Ltd naik 2,16%.

Indeks Kospi dibuka menguat 0,23%. Pendorong penguatan bursa saham Korea Selatan ini berasal dari saham emiten aneka industri dan konstruksi. Saham Daeho AL Co.Ltd naik 30%, saham Korea Green Paper MFG Co Ltd menguat 14,16% dan saham Ilsung Construction Co Ltd naik 14,67%.

Sentimen perang dagang kembali menguat setelah tensi antara AS dan Cina kembali memanas setelah Negeri Tirai Bambu resmi mengenakan bea masuk baru terhadap 128 barang impor dari AS. Langkah ini merupakan balasan atas pengenaan bea masuk baja dan aluminium oleh AS.

Pelaku pasar juga masih menunggu daftar barang-barang impor asal Cina senilai US$ 50 miliar yang akan dikenakan bea masuk oleh AS. Rencananya, daftar barang-barang tersebut akan diumumkan pada minggu ini.

Namun masih ada sentimen positif dari laporan keuangan kuartal I-2018. Beberapa perusahaan akan mengumumkan kinerja keuangannya pada hari ini. Bila hasilnya sesuai atau melampaui ekspektasi bisa menjadi tenaga penguat bursa-bursa Asia.(Lukman Hqeem)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here