Perang Dagang Seret Ekspor Jepang

92
Perang Dagang Seret Ekspor Jepang
Banner Top Article

Ekspor negara Jepang menurun di September untuk pertama kalinya sejak 2016 lalu. Penurunan ini tentu saja disebabkan berkurangnya pengiriman ke Amerika Serikat dan China.

Anjloknya ekspor diperkirakan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Jepang dikwartal ketiga dan menambah kecemasan pasar terhadap melebarnya dampak perang dagang Sino-AS.

Sebelumnya, polling yang digelar Reuters menunjukkan perusahaan-perusahaan Jepang, tidak hanya eksportir terkena dampak perang dagang antara Amerika dan China dan lebih dari setengahnya cemas atas dampak perselisihan itu terhadap usaha mereka.

Anggota DPR Jepang juga dibuat pusing tujuh keliling melihat perkembangan ekonomi baru-baru ini, tidak hanya dampak dari perang dagang tapi juga serangkaian bencana alam yang melanda Jepang yang menyebabkan tersendatnya aktivitas pabrik, menganggu produksi termasuk distribusi.

Tarif AS-Sino memang belum secara jelas mempengaruhi aktivitas perdagangan tapi sudah terjadi perlambatan permintaan eksternal yang memicu dugaan bahwa perekonomian Jepang cenderung melambat tajam pada kwartal Juli-September.

Seandainya ketegangan dagang AS-China melembar dan berdampak kepada perdagangan dunia maka ekspor Jepang otomatis akan sulit berkembang.

Data Kementrian Perdagangan menunjukkan ekspor Jepang jatuh 1,2% di September dibandingkan perkiraan, terjadi kenaikan 1,9%. Dari segi volume, ekspor jatuh 4,8% sampai periode September. Ekspor Jepang ke AS turun 0,2% sampai September utamanya di sektor mesin konstruksi dan tambang, suku cadang otomotif dan obat-obatan.

Ekspor produk otomotif yang berkait dengan AS naik 143.000 mobil, turun 7,0% per tahun. Impor dari AS naik 3,1% di September, utamanya disektor minyak mentah, bahan bakar gas cair. Memangkas surplus perdagangan Jepang dengan AS sekitar 4,0% per tahun menjadi 590 miliar yen.

Data depkeu juga menunjukkan ekspor ke China, mitra dagang terbesar Jepang, turun 1,7% sampai September. Penurunan pertama dalam 7 bulan terakhir. Pengiriman ke Asia yang menyumbang lebih dari setengah ekspor keseluruhan Jepang meningkat 0,9%.

Impor secara keseluruhan naik 7,0% sampai September dibanding perkiraan naik 13,7% per tahun. Neraca perdagangan surplus 139,6 miliar yen.

Bulan lalu, Tokyo dan Washington sepakat untuk menggelar dialog dagang untuk mencegah pemberlakukan tarif 25% pada produk mobil.

Presiden Trump menegaskan bahwa dia tidak senang dengan surplus perdagangan Jepang atas AS yang mencapai $69 miliar, hampir dua pertiganya berasal dari ekspor produk otomotif.

Tokyo sempat menolak kesepakatan perdagangan bebas langsung yang diajukan AS karena cemas mereka akan tertekan untuk membuka sektor yang sangat sensitif yaitu pertanian. (reuters)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here