Perang dagang versi Jepang-Korsel

83
Banner Top Article

Bursa Asia diperdagangan lesu setelah anjloknya bursa AS tadi malam tak mampu memberi sentimen positif pagi ini.

Saham di berbagai wilayah utama Asia diperdagangkan fluktuatif. Dimana saham Korsel, Hong Kong dan China tergelincir. Diperkirakan kondisi ini akan terus berlanjut sampai digelarnya pidato ketua the Fed, Jerome Powel karena investor memilih untuk mencari tahu sejauh apa prospek pelonggaran moneter yang akan diberlakukan bank sentral tersebut.

Indeks acuan Asia Pasifik melemah 0,2%, Kospi tergelincir 0,1%, S&P/ASX melemah 0,2%, indeks Hang Seng melemah 0,4%, Shanghai Composite Index jatuh 0,3%.

Isu dikalangan trader bahwa the Fed akan memangkas suku bunga bulan ini terus menguat. Namun pasar masih belum dapat kepastian tentang apa kebijakan yang akan dikemukakan pada rapat the Fed nantinya.

Jepang dan Korea dihantam isu tak sedap dimana tensi diantara keduanya kembali meninggi setelah Perdana Menteri Jepang merilis kebijakan baru terkait dengan pembatasan ekspor yang dapat menganggu industri teknologi Korsel. Sudah ada seruan dari warga Korea yang menuntut agar produk-produk Jepang diboikot. Mirip seperti perang dagang AS-China, maka perang dagang versi Jepang-Korsel pun akan memiliki konsekwensi yang sama dimana akan ada tindak balas dari kedua belah pihak yang berujung kepada masamnya hubungan diplomatik kedua negara yang selama ini memang panas-dingin.

Kabar positif datang dari Hong Kong dimana pemberlakuan undang-undang ekstradisi mereda, setelah Carrie Lam, pemimpin wilayah eksklusif Hong Kong menyatakan undang-undang ini gagal.

Dari pasar valas, dilaporkan euro terkoreksi pada level $1,1213, yen melemah menjadi 108,83 dan yuan terkoreksi pada angka 6,8902 per dolar. Sementara dari pasar komoditas, minyak West Texas diperdagangkan berbalik anjlok menjadi $57,43 per barrel dan emas terkoreksi di angka $1.393 per ounce.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here