PHRI: Pemerintah Perlu Awasi Aplikasi Perhotelan

144
PHRI mengingatkan pemerintah agar melakukan pengawasan terhadap aplikasi digital perhotelan, dalam ajang The Hotel Week, Sabtu (10/11). (Foto Istimewa).
PHRI mengingatkan pemerintah agar melakukan pengawasan terhadap aplikasi digital perhotelan, dalam ajang The Hotel Week, Sabtu (10/11). (Foto Istimewa).
Banner Top Article

EKSPOSISI – Pengusaha perhotelan masih merasa resah hingga kini terkait pengawasan pemerintah untuk aplikasi dan platform digital untuk pemesanan kamar hotel, atau Online Travel Agencies (OTA).


Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan aplikasi atau platform digital tersebut harus memiliki badan usaha tetap.

Meskipun mereka berkontribusi terhadap peningkatan jumlah permintaan kamar hotel, menurut Maulana, dampak dari banyaknya aplikasi dan platform yang tidak berbadan hukum, tapi mempunyai basis pengguna di Indonesia menyebabkan hilangnya potensi penambahan pendapatan asli daerah (PAD) untuk kawasan pariwisata.

Wakil Ketua Umum PHRI ini mengatakan banyak peraturan dan kebijakan yang berbenturan ketika dikaitkan ke pengaturan dan pengawasan aplikasi dan platform digital.

“Sehingga menciptakan persaingan tidak sehat. Misalnya pengusaha akomodasi dibawah 10 kamar pada umumnya tidak mempekerjakan karyawan sesuai perundang-undangan,” ujar pria yang akrab disapa Alan ini ketika berbicara di hadapan peserta diskusi acara The Hotel Week, Sabtu (10/11).

Selain itu ada beberapa resiko karena mudahnya memesan kamar melalui online, sehingga aspek safety bisa dipertaruhkan, menyebabkan kamar hotel rentan menjadi fasilitas kegiatan terlarang, seperti teroris atau bahkan prostitusi.

Pelaku industri perhotelan memang tengah gencar mengkritisi Online Travel Agencies (OTA), lantaran banyak OTA asing  melalaikan kewajiban membayar pajak luar negeri atau PPh Pasal 26.

Gelaran The Hotel Week Indonesia (THWI) 2018 digelar selama tiga hari, Kamis-Sabtu (8-10/11) di Hall B Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta Pusat. THWI 2018 sendiri merupakan sebuah pameran dan eksibisi di bidang perhotelan dan pariwisata. Acara tersebut menjadi acara tahunan yang kedua kalinya digelar untuk menghubungkan para pemain di industri perhotelan dari seluruh kawasan Asia-Pasifik.

Pameran ini menghadirkan 200 eksibitor, 700 delagasi dan lebih dari 200 business to business (B2B). THWI berfungsi sebagai platform untuk interaksi dan wawasan. Berbagi pengetahuan bagi mereka yang terlibat dalam bisnis terkait perhotelan hotel dan resort restoran, kafe, layanan makanan dan minuman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here