Pound Terseret Fokus Brexit

175
Fokus Brexit
Banner Top Article

Bencana bagi Pound yang ambruk akibat dolar yang berhasil mencatat rebound di sesi Senin. Selain itu, beralihnya fokus Brexit pada pembicaraan yang akan memutuskan apakah Inggris berhasil mendapat kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa sebelum keluar dari blok tersebut.

Dalam kurun waktu enam pekan ini, pound telah mencatat penurunan terhadap dolar, kinerja terburuknya sejak 2014 silam, meskipun data seperti penjualan ritel menunjukkan ekonomi Inggris bertahan namun tak mampu menahan penurunan pouns.

Kurang dari delapan bulan untuk meninggalkan Uni Eropa, namun, pemerintah Inggris masih belum mencapai kesepakatan dengan Brussels atas persyaratan yang diajukan agar Inggris dapat melenggang keluar dari Uni Eropa. Sementara beberapa hedge fund fokus brexit mulai bertaruh terhadap mata uang tersebut.

Sterling yang telah mengalami penurunan 12 persen dari nilainya sejak April lalu, dalam padangan analis, masih akan tetap rentan untuk terus melemah akibat berlikunya negosiasi Brexit dalam beberapa bulan ke depan.

Hingga saat ini, pound melemah 0,1 persen terhadap dolar AS di level $1,2733, dan mendekati level terendahnya dalam 14 bulan pada level $1,2662. Namun pound masih mampu menguat tipis terhadap euro, naik 0,1 persen di level 89,61 sen per euro.

Melemahnya euro di sesi Senin tak lepas dari penguatan dolar menjelang pembahasan antara Amerika Serikat dan China yang akan berlangsung dalam pekan ini,di mana para pelaku pasar berharap pembicaraan tersebut akan meredam ketegangan antara dua negara ekonomi terbesar dunia tersebut.

Sementara itu, menurut survei yang dipublikasikan pada hari Senin, kepercayaan bisnis pada ekonomi Inggris jatuh ke titik terendah tahun ini, yang diyakini sebagai cerminan atas ketidakpastian Brexit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here