Prospek Pertumbuhan Ekonomi Global Seret Bursa Asia

82
Aksi saling serang AS-China lemahkan bursa Asia
Banner Top Article

Mengawali minggu ini, bursa Asia diperdagangkan melemah akibat data ekonomi China yang tidak sesuai harapan dan kecemasan pasar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dunia karena anjloknya harga minyak.

Indeks acuan MSCI Asia Pacific diperdagangan melemah 0,17%. Nikkei melemah 0,12% sementara bursa Australia melemah 0,08%.

Akhir-akhir ini, pasar aset-aset beresiko mengalami tekanan menyusul kecemasan pelaku pasar bahwa pertumbuhan pendapatan korporat telah mencapai puncaknya sehingga memicu spekulasi akan melambatnya perdagangan dan investasi global.

Selain itu, melonjaknya imbal balik obligasi pemerintah AS mendorong the Fed untuk terus menaikkan bunga pinjaman sehingga berdampak kepada negara-negara emerging, karena investor menarik dana dan mengalihkannya ke aset-aset denominasi dolar.

Dari pasar komoditas, dilaporkan Menteri Energi Arab Saudi berencana mengurangi pasokan minyak sampai 500.000 barrel per hari di Desember, sebagai respon dari anjloknya harga minyak minggu lalu.

Pernyataan tersebut berhasil mengangkat harga minyak 0,90% menjadi $60,73 per barrel sementara minyak Brent naik menjadi $70,97 per barrel. Sementara emas diperdagangkan menguat menjadi $1.211,03 per ounce.

Beberapa pihak berfikir bahwa pemangkasan pasokan oleh Saudi hanyalah solusi temporal karena anjloknya harga minyak juga dikarenakan melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia.

Dari pasar mata uang dilaporkan, dolar menguat menjadi 113,90 terhadap yen. Euro turun menjadi $1,1327. Pound turun pada level $1,2934.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here