EKSPOSISI – Pada Mei 2019, rumah produksi Lionsgate meluncurkan cuplikan film Rambo : Last Blood. Publik menjadi antusias menanti sekuel ke lima dari saga Rambo, sejak empat puluh tahun kemunculannya.

Dalam cuplikan tersebut, John Rambo masih dibintangi oleh Sylvester Stallone – tengah menikmati masa tuanya di sebuah peternakan di Arizona. Lantas, aksi apa yang akan disuguhkan oleh actor gaek ini dalam kisah Rambo, veteran pasukan baret hijau.

Sebagai generasi yang mengidolakan sosok Rambo dari 4 film sebelumnya, ada ekspektasi film kelima ini akan menyuguhkan aksi heroik yang tak kalah dari film-film sebelumnya. Tentu saja harus dimaklumi, sulit menemukan sosok Rambo dengan bertelanjang dada memamerkan tubuh berotot dengan rambut gondrong yang diikat kain merah. Seperti dalam cuplikan tersebut, Rambo dimasa tua memang masih menyisakan tubuh kekarnya yang ditunjang steroid. Rambut pendek dan menipis dengan sejumlah kerutan yang tidak bisa ditutupi.

Rambo : Last Blood, Aksi Pamungkas 1

Cerita bergulir sejak penugasan terakhir, Rambo memilih hidup soliter di pedalaman Arizona, Texas. Menjalani hidup sebagai Coboy, yang menghabiskan waktu dengan kuda-kudanya. Peternakan yang luas didiami bersama pengurus rumahnya Maria dan keponakannya, Gabriella. Rambo sendiri, ternyata memilih untuk tinggal di bungker, dalam lorong-lorong bawah tanah. Semacam terapi sekaligus mengingatkan Rambo akan medan-medan pertempuran di Vietnam.

Gabriella, remaja yang diasuh oleh Rambo beranjak dewasa. Seperti lazimnya anak muda, dengan gairahnya yang meledak-ledak dan berpikiran pendek.  Suatu ketika, Gabriella mendapati informasi keberadaan ayah kandungnya di Meksiko.

Dengan bantuan temannya, Gabriella menemukan ayahnya. Sayangnya hanya kekecewaan yang didapatkannya. Gabriella yang melarikan diri dari rumah, akhirnya terdampar di negeri orang.

Awalnya, Rambo hanya ingin mencari keponakannya yang lari dari rumah saja, namun kemudian dia harus berurusan dengan kartel Meksiko. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, urusan ini akhirnya membangkitkan kembali Rambo sebagai sosok algojo perang yang akan membawa kematian bagi musuh-musuhnya.

Adegan film Rambo : Loast Blood ini memang tergolong “keras” dengan peringkat “R”. Sejumlah adegan kekerasan yang vulgar dan berdarah-darah khas film aksi akan menghiasi film sepanjang hampir 90 menit ini. Akting Stallone sendiri juga masih khas dengan aksen yang unik. Tek heran bila film yang akan tayang mulai 20 September 2019 ini minim dialog dan lebih banyak aksi.

Bisa dikatakan bila Adrian Grunberg berhasil dengan sedikit susah mengembalikan Rambo kembali. Memang ceritanya yang ditulis oleh Matthew Cirulnick bersama Sylvester Stallone sendiri ini bisa dinikmati oleh generasi millennials, ceritanya sangat kekinian. Jurus ini nampaknya dibuat agar film Rambo : Last Blood ini bisa dinikmati bukan hanya oleh generasi 80’s yang kangen akan Rambo, namun juga generasi saat ini yang ingin melihat aksi aktor gaek ini. (Lukman Hqeem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here