Eksposisi.com – Beberapa tahun yang lalu, sempat terjadi pro dan kontra di kalangan para Stand Up Comedian tentang Hak Merek Open Mic yang dipegang Pelopor Stand Up Comedy Indonesia, Ramon Papana. Kini Ramon dan IDCC (Indonesia Comedy Club) boleh merasa lebih berbesar hati karena haknya dihormati dan “aturan” mulai dipatuhi oleh para penyelenggara Open Mic di Indonesia.

Di kantornya yang baru di Gedung Pusat Perfilman H Usmar Ismail (PPHUI) Kuningan Jakarta Selatan, Senin, 16 Sept 2019, Ramon Papana dan Team IDCC Funibiz Indonesia menerima kedatangan salah satu Comic terkenal Indonesia, Mo Sidik, yang sekarang juga adalah pemilik dari “KeTawa Comedy Club” di jalan Antasari Jakarta Selatan.

Setelah sukses menjadi Comic Indonesia pertama yang “Goes International” dibawah perusahaan International terkenal Comedy Central, Mosidik beralih mengikuti jejak mentor dan senior nya, Ramon Papana, mendirikan Comedy Club dan berbisnis Comedy.

Ia menamakan Comedy Club nya sebagai “Ke-Tawa Comedy Club” dan menyelenggarakan Comedy Show setiap malam.  Termasuk acara Open Mic setiap hari Senin Malam. Club ini menjadi Club dengan Full Comedy Show yang pertama di Indonesia.

“Saya setuju bahwa Stand Up Comedy diseluruh dunia dikembangkan lewat Open Mic. Comic profesional maupun yang baru terjun perlu ajang Open Mic untuk Mencoba,Belajar dan Berlatih Stand Up Comedy,” ujar Comic bertubuh tambun ini menjelaskan alasannya mendatangi kantor Funibiz Indonesia untuk mengurus ijin/lisensi penggunaan merek Open Mic Indonesia dan bertemu langsung dengan Ramon Papana, belum lama ini.

“Ke-Tawa Comedy Club” yang sudah buka sejak bulan Juli yl ini  mendapatkan Sertifikat / Lisensi Penggunaan Hak Merek Open Mic Indonesia  dari Ramon Papana dan dijemput sendiri oleh Mosidik.

Ketika ditanya kenapa Ke-Tawa Comedy Club begitu mementingkan  untuk memiliki “ijin resmi” penyelenggaraan Open Mic. Sementara ratusan penyelenggara Open Mic lain malah berusaha menghindari dengan cara mengganti judul acara Open  mic. Dengan  berbagai nama lain seperti Buka Mik, Mik Terbuka dan lain lain.  Ramon Papana menjelaskan bahwa dia sendiri yang menyarankan kepada Mosidik dan “KeTawa Comedy Club” nya agar punya Lisensi/Sertifikat resmi OPEN MIC karena melihat ini sebuah Bisnis yang bagus.

Ramon sendiri sedang giat memperkenalkan bisnis komedi  di Indonesia mengatakan sebuah bisnis  harus  dimulai dengan semangat dan itikad baik. Termasuk bersih dari pelanggaran termasuk pelanggaran hak Merek yang dilindungi Undang Undang.

Ramon Papana dan team Lawyers nya, beberapa pengacara dibawah pimpinan seorang pengacara muda, Dhanu Prayogo SH, sudah sejak setahun yang lalu rajin mengirimkan peringatan (somasi) kepada beberapa pihak yang menyelenggarakan acara dan menggunakan merek Open mic tanpa ijin pemilik merek dan bahkan beberapa pihak, yang menolak, sedang diproses untuk diajukan ke meja hijau.

“Penggunaan Merek milik orang lain tanpa ijin bisa dipidanakan” kata Ramon Papana.

Saat ini team IDCC Funibiz Indonesia dan para lawyersnya sedang giat mengirimkan somasi kepada banyak Pihak termasuk beberapa Artis dan Orang Terkenal, Stasiun TV, Perusahaan, Club dan Cafe agar menghentikan penggunaan Merek Terdaftar OPEN MIC dan mempertanggung jawabkan pelanggaran yang selama ini telah mereka lakukan.

Saat ini sudah ada puluhan Perusahaan atau Perorangan / komunitas yang menyelenggarakan acara Stand Up Comedy Open Mic dengan ijin/Sertifikat Resmi namun dilain pihak juga ada ratusan pihak lain yang masih secara diam diam melakukan pelanggaran hak merek. (ASE/ AMZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here