Rima Melati Adams Ungkap Pengalaman Syuting Pakai Sling

225
Foto: Istimewa
Banner Top Article

Syuting film punya pengalaman menarik tersendiri bagi para bintang film yang melakoninya, seperti di antaranya, Rima Melati Adams (38) yang mengungkap pengalamannya selama syuting film ‘DreadOut’ dituntut untuk memakai sling.

 

”Aku harus pakai sling terus menerus, karena tokoh Hantu Kebaya Merah itu banyak melakukan adegan melayang dan terus terang saja scene aku di film ini berat banget, lni jadi pengalaman baru buat aku, tapi yang pasti ini seru banget,” kata Rima saat acara syukuran film DreadOut di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

 

Perempuan kelahiran Hong Kong, 1 Juli 1980 itu juga harus menjaIani proses make up selama lima jam untuk menjadi sosok Kebaya Merah yang dilakukan secara langsung untuk merias wajah yang berkarakter. ”Aku sempat kaget melihat hasil make up-nya, jadinya kok seram banget, dan bikin wajahku berubah drastis, pokoknya keren banget, “ ungkap istri dari penyanyi Marcell Siahaan.

 

Oleh karena itu, Rima merasa Hantu Kebaya Merah itu real banget dan dirinya berasa bukan Rima tapi berasa Hantu Kebaya Merah yang sebenarnya. “DreadOut ini merupakan film horor pertamaku, terus terang suatu kebanggaan sendiri bisa ikut terlibat di film ini,” ucap Rima bangga.

 

Menjadi sosok Hantu Kebaya Merah ini membawa tantangan pada diri finalis Miss Universe Singapore Universe 2001 yang berdarah Singapura, ia diminta bisa berbicara dengan logat Sunda untuk kebutuhan film yang diadaptasi dari game populer ini.

 

“Untungnya, asisten saya juga orang Bandung jadi bisa berbahasa Sunda juga. Logat-logatnya aman dan akhirnya bahasa Sundanya juga belajar lagi,” tutur Rima bersyukur.

 

Dirilis sejak awal Januari 2019, Rima pun bersyukur film horor perdananya ini dalam dua minggu bisa menembus jumlah penonton hingga 800 ribu lebih. Ia pun berharap, film ‘DreadOut’ dapat menembus angka 1 juta menonton beberapa waktu ke depan.

 

“Semoga hit over 1 million. Ini bukan film horor yang gimana-gimana, fun,” pungkas Rima.

Berita sebelumyaPasar Asia masih optimis meski ekonomi China melambat
Berita berikutnyaWings Resmikan Sarana Pendidikan dan Sanitasi di Sumba
Akhmad Sekhu, wartawan dan juga sastrawan. Memenangkan berbagai lomba, seperti di antaranya: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Review Film “Laura & Marsha” (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014), Pemenang penulisan berita Moxplay (2017), Pemenang penulisan berita Superbrands (2017), Pemenang penulisan berita SC Johnson Gelar Nobar Film ‘Kartini’ bersama 500 Guru dan Dian Sastrowardoyo (2017), Pemenang penulisan berita launching single Hadija by Ussy Sulistiawaty (2019). Buku puisinya: Penyeberangan ke Masa Depan (1997), Cakrawala Menjelang (2000). Sedangkan, novelnya: Jejak Gelisah (2005), Chemistry (2018).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here