Indonesia patut bangga pada Sari Suharso, Direktur SDM dan Umum Asuransi Jasindo. Sosok ‘Kartini masa kini’ yang penuh dedikasi, pekerja keras dan integritas tinggi. Track recordnya sangat baik sehingga mendapat kepercayaan dari BUMN untuk memberi tugas, baik di Asuransi Jasindo, maupun sebelumnya di Garuda Indonesia.

“Menjadi seorang Direktur SDM dan Umum di perusahaan BUMN merupakan amanah yang diberikan oleh Kementerian BUMN, “ kata Sari Suharso, Direktur SDM dan Umum Asuransi Jasindo, kepada Akhmad Sekhu, wartawan eksposisi.com, Kamis (28/11/2019).

Bu Sari, sapaan akrabnya, membeberkan, pada tanggal 5 Oktober 2018, Kementerian BUMN selaku pemegang saham memberikan amanah tersebut kepada saya dengan menyerahkan Surat Keputusan Penugasan sebagai Direktur SDM dan Umum di perusahaan asuransi, yaitu Asuransi Jasindo. “Sebelumnya saya ditugaskan oleh Kementrian BUMN untuk posisi yang sama di Garuda Indonesia, dari April 2016 sampai dengan September 2019, “ beber Bu s

Sari.

Menurut Bu Sari, Jasindo sebagai perusahaan Asuransi dimana dalam bisnis jasa keuangan maka asset yang utama adalah karyawan. Tantangannya cukup banyak misalnya dalam hal menerapkan kebijakan-kebijakan SDM yang ‘marked to market’, bagaimana kami harus mengelola para talent dimana 40% diantaranya adalah millenials, dan pengembangan kompetensi baik dari technical competencies maupun dari soft competenciesnya, “ paparnya.

Visi Asuransi Jasindo, kata Bu Sari, menjadi perusahaan asuransi umum Indonesia terbaik. “Adapun, misi Asuransi Jasindo, yaitu menyediakan jasa asuransi pilihan pelanggan melalui layanan bernilai tambah dan menjalankan peran aktif dalam peningkatan kesejahteraan bangsa, “ tegasnya.

Bu Sari menyampaikan, bahwa Jasindo merupakan perusahaan Asuransi BUMN dengan usia 46 thn dan bergerak di bidang asuransi umum. “Dimana produk-produk asuransi kami sangat bervariasi, mulai dari bisnis strategis misalnya asuransi telekomunikasi, oil & gas, pertambangan, marine, aviasi, sampai satelit, selain itu kami menangani juga asuransi kesehatan untuk para anggota DPR, Menteri dan eselon 1 serta KPK dengan produk Jamkestama dan Jamkesmen, “ terang Bu Sari.

“Kami juga mendapatkan penugasan untuk mengelola Asuransi Petani Padi, Nelayan dan petambak udang. Dan baru saja kami mendapatkan penugasan selaku Ketua Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara dari Kementrian Keuangan, “ imbuh Bu Sari tampak begitu sangat bersemangat.

Selain produk-produk di atas, lanjut Bu Sari, Asurasi Jasindo masih memiliki produk asuransi kendaraan bermotor, asuransi keuangan, asuransi pembiayaan, personal accident, property, asuransi mudik dan asuransi perjalanan.

Saat ditanya, apa suka duka selama menjadi Direktur SDM dan Umum Asuransi Jasindo? Dengan tenang, Bu Sari memberikan jawaban, “Saya sangat menikmati tugas saya di Jasindo, karena pengembangan SDM merupakan passion saya dan sudah saya jalani selama lebih dari 25 tahun karier saya baik di industri perbankan, keuangan, konsultan, dan terakhir di penerbangan. Oleh karena itu saya akan lebih fokus pada faktor ‘suka’nya dimana menjadikan karyawan kita lebih berkembang dan memiliki kompetensi yang meningkat adalah suatu kebanggaan tersendiri. Apalagi dunia asuransi adalah dunia yang berbeda dari industri yang saya geluti selama ini. Bagaimana menjadikan seluruh karyawan memiliki sense of bisnis dan sebagai net promoter merupakan target saya. Serta membuat budaya digitalisasi merupakan suatu keharusan di era persaingan bisnis yang semakin tajam.”

Hal- hal tersebut di atas menjadikan tantangan bagi Bu Sari dan ini merupakan sesuatu yang harus dibangun bersama dengan seluruh timnya. “Sehingga apabila hal-hal tersebut dapat direalisasikan akan menjadikan legacy bagi saya bilamana tugas saya sudah selesai di Jasindo, “ ujar Bu Sari.

Bu Sari mengaku pengalaman berkesan selama menjadi Direktur SDM dan Umum Asuransi Jasindo adalah pada acara-acara yang dibuat oleh para millenialsnya yang banyak berbakat di dunia seni rupanya. “Mereka kreatif sekali. Dan kami buat lomba inovasi dimana banyak ide-ide baru untuk mengembangkan bisnis asuransi ke depannya, “ Bu Sari memuji.

Adapun, kendalanya, menurut Bu Sari, adalah kepada disiplin terhadap proses eksekusinya. “Serta dukungan Teknologi Informasi yang mungkin selama ini masih belum menjadi perhatian utama manajemen sebelumnya, “ ujarnya.

Harapan Bu Sari ke depan terhadap Asuransi Jasindo, yakni menjadikan Jasindo sebagai Asuransi terbaik di Indonesia. “Dan merambah ke kawasan regional juga dengan kompetensi para karyawannya yang mumpuni sehingga para talent dapat kami grooming menjadi direksi Jaindo maupun di perusahaan BUMN lainnya, “ Bu Sari menegaskan.

Bu Sari menyampaikan, bahwa Vital Voices Festival 2019 merupakan kolaborasi dari tiga perusahaan BUMN, yaitu Asuransi Jasindo, PFN, dan Pesonna Indonesia (anak perusahaan Pegadaian). Gedoeng Jasindo di Kota Tua yang telah dibangun sejak tahun 1920 cukup memiliki nilai historis tinggi dan telah kembali direvitalisasi pada tahun 2014. Dalam kesempatan ini, Asuransi Jasindo, PFN, dan Pesonna telah memilih Gedoeng Jasindo yang dimiliki oleh Asuransi Jasindo menjadi tempat pelaksanaan kegiatan VVF 2019 tersebut. Tidak hanya itu saja, Asuransi Jasindo juga akan mengadakan Literasi Keuangan pada sesi Vital Voices Talks yang terdapat dalam rangkaian acara VVF 2019. Literasi Keuangan khususnya yang berkaitan dengan Asuransi merupakan amanat dari OJK yang telah rutin dilakukan oleh Asuransi Jasindo, dimana pada tahun 2019 ini telah dilaksanakan literasi di 12 SMA dan SMK Negeri yang tersebar di Jakarta, serta berbagai universitas yang berada di Pulau Jawa.

Selain itu, kata Bu Sari, Asuransi Jasindo yang saat ini sedang dalam proses bertransformasi dari product driven menjadi costumer focus dalam menjalankan bisnisnya juga sedang terus mengupayakan, serta mengkampanyekan less waste dengan berupaya menggunakan single used plastics demi mendukung bumi hntuk menjadi lebih baik.

“Terkait dengan hal tersebut, dalam VVF 2019, Asuransi Jasindo juga akan mengadakan berbagai workshop bermanfaat yang sebagian besarnya diinisiasi oleh perempuan, antara lain upaya mencari solusi pengurangan sampah dan cara mengelola sampah, serta workshop pembuatan Furoshiki, yaitu sebuah kain yang dikreasikan dan dapat difungsikan untuk berbagai hal, seperti pembungkus, kertas kado, dan lainnya, “ terang Bu Sari.

Harapan Bu Sari ke depan terhadap gelaran Vital Voice Festival 2019 yang bertempat di Gedoeng Jasindo sekaligus optimalisasi gedung milik Asuransi Jasindo di daerah Kota Tua. Maka gedung tersebut menjadi bermanfaat. Masyarakat dapat menikmati gedung tersebut. Kami juga berharap bahwa VVF 2019 yang diadakan menjelang perayaan Hari Ibu tanggal 22 Desember dan bertemakan “Ketika Perempuan Mengambil Peran” ini dapat menjadi media untuk menggambarkan bahwa perempuan di Indonesia bebas memiliki ragam ekspresi, terutama dalam Film, Seni, Budaya, industri Keuangan, dan Hospitality.

“Serta, dengan adanya kolaborasi antara tiga perusahaan, yaitu Asuransi Jasindo, Perum PFN, dan PT Pesonna Indonesia, yang kebetulan juga diinisiasi oleh perempuan-perempuan, dapat menjadi salah satu wujud nyata sinergi BUMN, “ pungkas Bu Sari sumringah.

Sari Suharso, Sosok ‘Kartini Masa Kini’ Penuh Dedikasi, Pekerja Keras dan Integritas Tinggi 1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here