Scream Fest 2018 Digelar di IMAX Keong Emas TMII

181
Scream Fest 2018
Amirullah, CEO PT Media 8, selaku penyelenggara Scream Fest Indonesia (Foto Istimewa)
Banner Top Article

EKSPOSISI – Scream Fest Indonesia 2018 digelar dengan menayangkan film horor ‘Danur’ di Teater IMAX Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Minggu (16/12/2018) sebagai tanda dimulainya event Scream Fest Indonesia.

Ajang apresiasi film horor ini dihadirkan dalam rangka memberikan sensasi menonton yang berbeda, karena penyuka film horor menyaksikannya di layar berukuran 3 X lebih besar dari bioskop pada umumnya.

“Kami ingin memberikan kesempatan dan apresiasi kepada masyarakat penyuka film horor, untuk nonton di layar Teater IMAX Keong Emas yang merupakan terbesar di Asia ini,” kata Amirullah, CEO PT Media 8, selaku penyelenggara Scream Fest Indonesia usai pemutaran film ‘Danur’.

Scream Fest menjadwalkan pemutaran film-film horor Indonesia lainnya selama dua minggu (16 Desember 2018 sampai 2 Januari 2019) yaitu film Nini Thowok, 7 Bidadari, The Promise, Sajen, Keluarga Tak Kasat Mata, The Returning, Ghost Diary, Ular Tangga, Alas Patih, Sumiati, dan Jangan Dengerin Sendiri.

Jadwal pemutaran sehari tiga show pada jam 17.00, 19.00 dan 20.30. Khusus pada malam Tahun Baru direncanakan ada 4 kali pemutaran. Kapasitas kursi Keong Emas sebanyak 800 (kelas ekonomi) dan 36 kursi (VIP /Balkon)dengan harga tiket masuk rata-rata Rp35.000.

Pemutaran film-film horor Indonesia periode 2017-2018 itu, menurut Amirullah mengikuti tren penonton film Indonesia.

“Genre film horor setahun terakhir sangat disukai mayarakat. Dan penonton film saat ini sudah semakin cerdas dan cenderung punya standarisasi tinggi. Oleh karena itu, kami memberi ‘tantangan’ pada mereka untuk nonton di Keong Emas,” jelas Amirullah.

Ajang “Scream Fest” sekaligus menjadi momentum Liburan Natal dan Tahun Baru, yang seperti biasanya akan menyedot perhatian pengunjung.

“Penonton dan masyarakat juga bisa bersantai menikmati aneka kuliner di tenda-tenda bazar yang dibangun khusus di areal halaman Keong Emas, dan menjajal Panic Room Simulator sebuah wahana uji nyali,” kata Amirullah.

Untuk menbau kesan horor, kuliner yang dihadirkan memakai nama unik seperti Bakso Jenglot, Ceker Setan, Gorengan Kuntilanak, Lontong Pocong, Seblak Mak Lampir, Pecel Tanah Kuburan, Soto Mie Genderuwo, dan lainnya.

Keong Emas Reborn
Acara pembukaan “Scream Fest” juga menandai perubahan konsep Keong Emas sebagai ikon obyek wisata di TMII.

Menurut Ery Subada selaku Pj Manager Teater IMAX Keong Emas, pihaknya berupaya melakukan berbagai terobosan dalam rangka menyambut era industri 4.0 dan perkembangan dunia digital.

“Scream Fest asalahsatu rebranding dan terobosan kami untuk menghidupkan Teater IMAX pada malam hari. Kami bekerjasama dengan Media 8 sebagai Event Organizer,” kata Ery Subada.

Terkait dengan hal itu, TMII secara khusus menghadirkan aplikasi “Reborn Keong Emas TMII Digital Ecosystem” yang dapat diunduh.

“Dengan aplikasi ini nantinya masyarakat bisa mendapat berbagai informasi, promo, tiket dan pembelian secara online dan beberapa fitur lainnya,” kata Ery Subada. (AS/ TIS)

Berita sebelumyaFilm After Met You Siap Tayang; Usung Hashtag Hari Baper Nasional
Berita berikutnyaXi: Reformasi Kita Yang Tentukan, Bukan Asing
Akhmad Sekhu, wartawan dan juga sastrawan. Memenangkan berbagai lomba, seperti di antaranya: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Review Film “Laura & Marsha” (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014), Pemenang penulisan berita Moxplay (2017), Pemenang penulisan berita Superbrands (2017), Pemenang penulisan berita SC Johnson Gelar Nobar Film ‘Kartini’ bersama 500 Guru dan Dian Sastrowardoyo (2017), Pemenang penulisan berita launching single Hadija by Ussy Sulistiawaty (2019). Buku puisinya: Penyeberangan ke Masa Depan (1997), Cakrawala Menjelang (2000). Sedangkan, novelnya: Jejak Gelisah (2005), Chemistry (2018).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here