Serapan Tenaga Kerja AS Lampaui Ekspektasi

133
Banner Top Article

Eksposisi Sektor tenaga kerja AS akhirnya membuat pasar bernafas lega setelah selama ini diserang dengan sinyalemen pelemahan menyusul laporan pada Maret menunjukkan serapan tenaga kerja AS jauh di atas ekspektasi.

Dalam laporan yang dirilis Jumat (5/4), serapan tenaga kerja AS meningkat hingga sebesar 196.000 pada bulan Maret. Angka ini relatif jauh di atas ekspetasi konsensus yang memperkirakan berada pada tingkatan 175.000. dalam laporan itu juga menunjukkan, tingkat pengangguran di AS bertahan di angka 3,8%, hasil yang sama dengan perkiraan pasar.

Tingginya tingkat serapan tenaga kerja pada bulan Maret mengembalikan kepercayaan di sektor tenaga kerja menyusul laporan yang buruk pada Februari lalu. Sebelumnya pada hari Rabu, laporan dari ADP, menunjukkan serapan tenaga kerja sektor swasta AS hanya mengalami kenaikan yang tidak terlalu signifikan dan mencatat kenaikan terendah dalam kurun waktu 18 bulan sepanjang Maret. Tak pelak, data ADP menjadi sumber kekhawatiran.

Sementara itu, rata-rata pendapatan tiap jam meningkat sebesar 3,2% pada basis tahunan, sedikit melambat dari laporan pada bulan sebelumnya, yakni di angka 3,4%. Ekonom memperkirakan tidak ada perubahan untuk data ini.

Laporan ini memberikan imbas positif di pasar, dengan perdagangan berjangka AS memperpanjang kenaikan. Indeks S&P 500 futures naik 0,4% yang sebelum data dirilis hanya mencatat kenaikan 0,1%. Demikian juga dengan pasar mata uang, indeks dolar mendapatkan beberapa dukungan dengan laporan ini, yang berbalik positif meski relatif masih tertahan.

Perlambatan inflasi upah mendukung keputusan Federal Reserve baru-baru ini untuk “bersabar” dengan pengetatan kebijakan lebih lanjut.

Dalam keputusan kebijakannya pada Maret, The Fed kembali mempertahankan suku bunga dan mengatakan saat ini tidak ada proyeksi kenaikan di 2019. Pada saat yang sama, the fed mengumumkan akan menghentikan penyusutan portofolio obligasinya pada September.

Kedua langkah dovish tersebut menyiratkan bahwa para pembuat kebijakan telah menjadi lebih peduli tentang prospek ekonomi.

Beberapa analis bahkan berpendapat bahwa perubahan suku bunga berikutnya bisa saja sebuah pemotongan jika kekhawatiran terhadap ekonomi AS dan global, yang terganggu oleh ketidakpastian perdagangan yang sedang berlangsung, benar-benar terjadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here