Eksposisi – Bursa Asia berpotensi membukukan kerugian selama empat minggu berturut-turut untuk kedua kalinya dipenghujung minggu ini (27/9) dipicu oleh dugaan skandal Gedung Putih yang melibatkan Presiden Trump dan ketidakjelasan seputar perang dagang.

Sebuah laporan yang bersumber dari pelapor pelanggaran (whistleblower) menyatakan bahwa Presiden Donald Trump tidak hanya menyalahgunakan jabatannya dengan mengajak Ukraina agar campur tangan dalam pemilu AS di 2020 demi keuntungannya, tapi juga berusaha menyembunyikan bukti-bukti terkait tindakan itu.

Jubir DPR AS Nancy Pelosi meluncurkan tuntutan pemakzulan terhadap sang Presiden dan memicu ketidakjelasan di pasar, khususnya terkait masa depan perang dagang dan potensi resesi AS. Pemakzulan masih jauh dari terlaksana karena mayoritas senat dikuasai Republikan. Tapi proses penyelidikan terhadap skandal ini akan berjalan alot.

Bursa Asia bereaksi keras terhadap berbagai isu tersebut dimana indeks Nikkei diperdagangkan melemah 0,54% sementara indeks acuan Asia Pasifik, MSCI tergelincir 0,09%.

Dari sektor komoditas harga minyak kembali turun setelah Arab Saudi mampu mengembalikan kapasitas produksi ke level 11,3 juta per barrel kurang dari dua minggu paska serangan teroris ke kilang minyak Aramco.

Selain itu melonjaknya persediaan minyak mentah AS sekitar 2,4 juta barrel di minggu lalu dan kecemasan pelaku pasar terhadap lemahnya perekonomian global turut mempengaruhi permintaan akan minyak. Minyak Brent hari ini dikutip turun, mendekati $62,42 per barrel. Sementara minyak West Texas juga turun menjadi $56,33 per barrel.

Dari pasar mata uang, dolar dilaporkan menguat dekati level tertinggi terhadap mata uang major. Di perdagangan Asia, dolar diperdagangkan stabil pada 107,75 terhadap yen dan menguat pada level $1,0916 terhadap euro. Melemahnya euro dipengaruhi oleh suramnya prospek ekonomi di wilayah tersebut.

Poundsterling terperosok mendekati level terendah dalam dua minggu terakhir di $1,2325 setelah juru runding Brexit Uni Eropa mengatakan Inggris belum menyerahkan proposal hukum dan operasi yang diperlukan untuk memproses keluarnya negara itu dari Uni Eropa. Pasar menunggu gebrakan apa yang akan ditempuh parlemen Inggris untuk menyelesaikan permasalahan ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here