Dunia musik dangdut selalu melahirkan penyanyi pendatang baru yang memberi warna tersendiri dalam blantika musik di Tanah Air. Kali ini, Srikandi yang khas dengan goyang undur-undur itu begitu kental dengan kesenian tradisional.

Duo group nyanyi yang terdiri dari Mitha Arzetty dan Widia Arbaitha ini memang beda dengan penyanyi dangdut pada umumnya yang cenderung vulgar, sensual atau  mengumbang syahwat. Justru Srikandi sebaliknya, sopan dengan dandanan baju yang rapi dan kental kesenian tradisional, sebagaimana namanya yang dari wayang yakni Srikandi.

“Srikandi terbentuk dua tahun lalu karena kecintaan kita pada budaya Indonesia, “ kata Mitha Arzetty kepada eksposisi.com, Jakarta, Kamis (24/10.2019).

Mitha membeberkan, nama group duonya Srikandi itu memang dari sosoknya dari wayang. “Sebagai artis dangdut, saya ingin menciptakan yang berbeda dari penyanyi dangdut pada umumnya,” beber penyanyi yang mencatatkan prestasi sebagai duta anti narkoba (BNN).

Menurut Mitha, dua Srikandi membawa budaya kesenian tradisional dengan kostum memakai gendewa topinya, membawa panah, dan kostumnya batik Nusantara. “Setiap kali perform kita memang pakai batik Nusantara, “ ungkapnya.

Srikandi, lanjut Mitha, artisnya berasal dari keluarga besar Kraton Jipang Blora dengan dirinya bergelar Raden Ayu, yang melestarikan budaya Indonesia, khususnya kain batik dari berbagai pelosok Nusantara. “Kita sangat antusias untuk melestarikan kain batik yang asli budaya Indonesia, sehingga setiap Perform dimanapun kita menggunakan kostum kain batik dari berbagai pelosok Nusantara,” paparnya.

Mitha menyampaikan, untuk musiknya, juga mengangkat budaya etnik. “Single pertama ‘Hidung Belang’ dengan musik etnik budaya Jawa dan Bali, sedangkan single kedua ‘Jangan Gila’ ciptaan Aziz Thamara dengan penggarapan musiknya oleh Ocha Valentino mengangkat musik tradisional Sunda, berupa seruling, kendang rampak dan angklung, jadi intinya kecintaan Srikandi pada budaya Indonesia, “ ujarnya.

Saat ditanya, bagaimana untuk menjaga kekompakkan dua personel Srikandi? Dengan tenang, Mitha memberikan jawaban, “Alhamdulillah kompak kita, walaupun beda tinggalnya, dimana Mitha di Bogor dan Widia di Cibubur, “ tuturnya penuh rasa syukur.

Adapun, Kalau dangdut biasa dengan goyangan khasnya. Srikandi dengan goyang undur-undur. “Kenapa dengan goyang undur-undur, yaitu di single ‘Hidung Belang’ ada joget undur undurnya, “ tegasnya.

Secara pribadi, Mitha mengaku prihatin karena kebanyakan penyanyi dangdut vulgar, menonjolkan sensualitas dan seksualitas. “Saya berharap Srikandi bisa membawa harum kembali musik dangdut dan menjadi suri teladan bagi penyanyi dangdut lainnya, “ pungkas  Mitha.

Srikandi Mitha Widia, Pedangdut yang Kental Kesenian Tradisional 1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here