Eksposisi – Agus Hadi Sudjiwo atau yang lebih dikenal dengan nama Sujiwo Tejo termasuk sosok pribadi yang unik. Berbagai predikat melekat pada dirinya, seperti di antaranya, penyanyi, penulis, aktor, pemusik, dalang, hingga menjadi sutradara.

Sujiwo Tejo tak mudah menerima tawaran main film. Untuk membintangi film Mangkujiwo, ia pun mengajukan sejumlah syarat, yang ternyata berbagai syarat itu memang sudah disiapkan sutradara Azhar Kinoi Lubis. Maka, kloplah, dan ia tampil all out dengan berbagai adegan ekstrim pun dilakoni. Antara lain, melakukan adegan melukai tubuhnya sendiri dalam ritual mistis, atau membedah tikus hingga sampai terburai ususnya.

“Saya tahu film ini ada sadis-sadisnya yang membuat saya ditawari untuk turut main film ini, “ kata Sujiwo Tejo dalam acara press conference seusai press screening film Mangkujiwo di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (24/1/2020).

Lelaki kelahiran Jember, Jawa Timur, 31 Agustus 1962, pun mengajukan sejumlah syarat. “Sayaratku spektrum karakternya harus luas, kalau hanya sadis saja sudah pernah saya lakukan di film lain, “ ungkap aktor yang pernah menjabat Kepala Bidang Pedalangan pada Persatuan Seni Tari dan Karawitan Jawa di Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1981-1983 dan pernah membuat hymne jurusan Teknik Sipil ITB pada Orientasi Studi tahun 1983, itu mantap.

Sujiwo menyebut lebih spesifik lagi sejumlah syaratnya. “Aku mau ada adegan nyanyinya, ada adegan main saxophone-nya, ada sayangnya, ada kebapak-bapakannya, dan itu semua disetujui, yang membuat saya mau main film ini, “ papar penulis buku Republik Jancukers (Penerbit Buku Kompas, Desember 2012) dan yang menyebut dirinya sebagai Presiden Jancukers Indonesia.

Dalam film ini, Sujiwo tak hanya berperan, tapi juga memberi andil dengan memberi masukan untuk karakter Sadi yang diperankan Septian Dwicahyo itu karakternya bisu. “Saya menginteprestasikan dialog Sadi, tapi kemudian saya pikir-pikir, lho, berarti saya menjadi lebih banyak dialognya, mestinya honor saya dobel, hahaha,“ ucapnya terbahak.

Pada sebuah adegan film ini ia menggendong Kanti yang diperankan artis cantik Asmara Abigail. “Saya rasakan berat sekali, dan disyutnya lama sekali, tapi sayangnya yang ditampilkan dalam film ini hanya seiprit, sedikit sekali, hanya sebentar saja,” Sujiwo menyanyangkan.

Sujiwo mengaku membintangi film ini ada banyak yang bertentangan dengan dirinya. “Karena banyak orang bilang saya ini dukun, suka hal-hal mistis, padahal latar belakang saya Matematika dan Teknik Sipil. Hal itu yang akhirnya saya menyimpulkan, ilmu pengetahuan adalah salah satu cara untuk mencari kebenaran, “ tegasnya.

Sujiwo menyampaikan bahwa memang ada hal-hal mistis yang membuat dirinya kompromi. “Saya terima itu sebagai cara lain untuk mencari kebenaran, “ pungkas Sujiwo sumringah.

‘Mangkujiwo’berkisah tentang asal muasal sosok Kuntilanak yang merupakan akibat langsung dari perseturuan dari dua tokoh Brotoseno yang diperankan Sujiwo Tejo dan Cokrokusumo yang diperankan Roy Marten. Kedua orang tersebut memperebutkan pengaruh kekuasaan atas loji pusaka.

Dalam film produksi MVP Pictures dengan arahan sutradara Azhar Kinoi Lubis dan skenario garapan Dirmawan Hatta dan Erwanto Alphadullahini ini dibintangi Sujiwo Tejo, Asmara Abigail, Karina Suwandi, Djenar Maesa Ayu, Yasamin Jasem, dan Septian Dwicahyo. Film Mangkujiwo bakal tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 30 Januari 2020 mendatang.

Sujiwo Tejo Bintangi Film Mangkujiwo dengan Sejumlah Syarat 1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here