Terpuruk, Rupiah ‘Senggol’ 14700

145
Rupiah
Source © Investingnews.com
Banner Top Article

Rupiah terpantau semakin terseok terhadap dolar Amerika Serikat hingga sesi perdagangan Kamis siang, terus mendekati level psikologis 14700. Anjloknya Rupiah terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami penurunan.

Pantauan eksposisinews dari berbagai situs online, rupiah bahkan sempat diperdagangkan di atas level 14.700, merosot tajam dari posisi penutupan perdagangan kemarin di level Rp14.640/USD.

Sementara itu, IHSG di sesi perdagangan I melemah 0.01% ke level 6.064,80. Padahal di perdagangan pagi, IHSG dibuka menguat 14,81 poin atau 0.24% pada level 6,079.96 naik dari penutupan sesi kemarin di leve level 6.065,15

Hingga perdagangan siang sebagian besar saham mencatat penguatan dipimpin saham di sektor pertambangan dan industri dasar yang masing-masing naik 0,38% an 0,32%. Namun, saham infrastruktur salah satu sektor yang mencatat penurunan sekitar 0,91%.

Saham yang berhasil menguat antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Sona Topas Tourism Industry Tbk. (SONA) serta PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA).

Sementara saham yang mengalami penurunan diantaranya PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI).

Mata Uang Asia Terburuk 2018

Rupiah menjadi salah satu mata uang Asia berkinerja paling buruk di tahun 2018 di saat masalah dagang global dan ekspektasi kenaikan suku bunga AS membebani pasar berkembang.

Rupiah tetap melemah walaupun Bank Indonesia sudah meningkatkan suku bunga sebanyak empat kali sejak bulan Mei guna menyelamatkan mata uang Indonesia. Federal Reserve diprediksi kembali meningkatkan suku bunga di bulan September dan Dolar akan stabil, sehingga Rupiah berpotensi terus melemah.

Para trader teknikal akan terus mengamati bagaimana mata uang ini bereaksi terhadap level 14650. Breakout di atas 14650 dapat membuka jalan menuju 14720

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here