EKSPOSISI – The Informer, merupakan film drama kriminal yang kental dan menegangkan hingga terkadang sulit di cerna karya sutradara Andrea Di Stefano  sutradara Life of Pi (2012) dan Escobar: Paradise Lost (2014). Film ini diadaptasi dar novel kejahatan Swedia “Three Seconds” yang dirilis pada 2009, karya penulis Anders Roslund dan Börge Hellström. Penulis naskah Rowan Joffe, berhasil mengubah latar belakang cerita dari Swedia menjadi New York modern.

Awalnya, Pete Koslow (diperankan oleh Joel Kinnaman) sebagai mantan narapidana yang kemudian dijadikan sebagai cepu atau informan penyidik oleh FBI untuk menangkap gembong narkoba Polandia yang dikenal sebagai Sang Jendral. Operasi rahasia ini sebagai kompensasi pengurangan masa tahanan Koslow.

Operasi yang diawasi oleh Agen Wilcox, (Rosamund Pike, aktris yang pernah menjadi gadis Bond, Miranda Frost dalam Die Another Day). Penyergapan yang akan dilakukan tidak berjalan sesuai rencana, terjadi kekacauan yang membuat polisi NYPD terbunuh. NYPD kemudian turun dan terlibat.

Rapper dan aktor Common memberikan kinerja yang kuat dan masuk akal sebagai detektif NYPD Grens, seorang polisi berhati lurus yang menyelidiki pembunuhan sesama perwira dan curiga pada sikap diam-diam dari FBI – terutama atasan Wilcox, Montgomery, yang diperankan oleh Clive Owen.

Pihak gangster sendiri meminta Koslow masuk penjara guna meredakan kekacauan ini sambil diberi tugas baru, mengambil alih perdagangan narkoba di penjara Bale Hill. Untuk masuk kesana, Koslow dengan mudah membangun alibi. Sayangnya, masuk kembali, belum tentu bisa keluar kembali.

Penjara itu sendiri menyimpan kenangan bagi Koslow pribadi. Tempat yang menjadi awal masuknya dia dalam dunia cepu setelah peristiwa di masa lampau. Kali ini, dia akan kembali ke penjara dan bersiap dengan kejutan-kejutan disana.

The Informer menjadi film thriller yang tangguh, dengan visual yang sangat berotot, berkeringat, penuh dengan karakter minor; namun hampir tidak ada satu inci persegi kulit pun yang tidak tercakup soal kehidupan dalam penjara yang rumit. Film ini membangun ketegangan dalam cerita sebagai elemen yang sangat kuat. Kejutan-kejutan dalam cerita membawa rasa penasaran hingga ke ujung pertunjukan. Penontonpun akan dibawa untuk melihat dunia yang penuh dengan sisnisme dan ketakutan dari sisi cepu. (Lukman Hqeem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here