31.7 C
Jakarta
Minggu, 25 Agustus 2019
Beranda Review Gadget dan Komputer Tingkatkan Bisnis Melalui AI dan Cloud

Tingkatkan Bisnis Melalui AI dan Cloud

0
Tingkatkan Bisnis Melalui AI dan Cloud

EKSPOSISI – IBM Indonesia hari Senin (05/08/2019) menggelar acara Digital Transformasi Summit 2019 di Jakarta. Kegiatan berbagi wawasan ini dilakukan dalam upaya meningkatkan bisnis para pelanggan IBM, khususnya yang menggunakan AI dan Cloud.

IBM ingin mempertgas komitmennya dalam membangun platform di atas teknologi open source yang dipelopori oleh Red Hat, termasuk di dalamnya OpenShift, Perusahaan Platform Kubernetes paling komprehensif di industri, serta  Red Hat Enterprise Linux, perusahaan platform Linux terkemuka di dunia.

Seperti yang diketahui, pada awal Juli 2019, IBM menuntaskan akuisisi Red Hat sebesar 34 juta dolar AS dengan tujuan memposisikan IBM sebagai penyedia cloud hybrid terdepan dan mempercepat bisnis IBM yang bernilai tinggi, serta memperluas inovasi open source Red Hat. IBM dan Red Hat kedepannya akan menghadirkan platform multicloud hybrid terdepan.

Lewat platform multicloud hybrid terbuka ini IBM ingin menciptakan lingkungan yang dapat beroperasi dengan aman yang tidak bergantung pada infrastruktur perusahaan. Dengan platform tersebut, mereka dapat membangun dan menyebarkan rangkaian aplikasi mission-critical di mana saja dari pusat data manapun, serta cloud privat dan multiple public termasuk AWS, Azure, Google Cloud Platform, Alibaba dan IBM Cloud, dan lainnya.

Sebagian besar perusahaan saat ini, sekitar 20% – sudah mulai melakukan transisi menuju cloud. Dalam bagian pertama perjalanan cloud perusahaan, mereka membuat langkah besar dalam mengurangi biaya, meningkatkan produktivitas dan merevitalisasi program inovasi yang dihadapi pelanggan. Bagian kedua adalah tentang mengalihkan pekerjaan kritikal perusahaan menuju cloud serta mengoptimalkan segala pilar bisnis dari rantai pasokan hingga sistem perbankan inti. Untuk memaksimalkannya, bisnis harus mengelola seluruh infrastruktur TI mereka, termasuk dalam berinvestasi pada teknologi baik terbaru maupun yang sudah ada, di dalam maupun di luar lokasi dan di berbagai jenis cloud, dengan cara sedernaha, konsisten dan terintegrasi.

“IBM telah membangun platform multicloud hybrid dan sarana yang dibutuhkan pelanggan kami untuk melakukan perjalanan jangka panjang mereka menuju cloud dengan standar terbuka dan umum yang menjangkau lintas cloud, lintas aplikasi dan lintas vendor dengan Red Hat,” ujar Lianna Susanto, Country Manager Cloud and Solutions IBM Indonesia.

“Untuk mencapai transformasi digital, perusahaan perlu memanfaatkan teknologi baru dan menyelaraskan ketiga penggeraknya, perusahaan memerlukan infrastruktur cloud yang hybrid agile, terbuka, aman dan dikelola serta memungkinkan untuk menggunakan lingkungan cloud, publik, dan multi cloud dengan mudah.”

Tidak tanggung-tanggung, untuk menjadi yang terdepan dalam penyedia multicloud, IBM memperluas dukungan langsung untuk Red Hat OpenShift melalui IBM Systems. IBM akan menambahkan Red Hat OpenShift ke dalam system enterprise, IBM Z dan LinuxONE, yang secara kolektif mampu menjalankan 30 miliar transaksi per hari di seluruh dunia, melalui Power Systems dan Storage yang dimilikinya. (Lukman Hqeem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here