Trump berlakukan kenaikan tarif baru, pasar tunggu reaksi China

47
Trump berlakukan kenaikan tarif baru, pasar tunggu reaksi China
China and America : two national flags face to face, symbol for the relationship between the two countries.
Banner Top Article

Pemerintah Amerika akhirnya mengesyahkan kenaikan tarif barang-barang impor China sebesar 10%. 

Didalam pernyatannya, Presiden Trump melontar peringatan jika China membalas kebijakan ini pada petani AS atau industri lokal, maka Amerika akan menjalankan fase ketiga dimana kenaikan tarif akan kembali dilakukan pada barang-barang impor tambahan senilai $267 miliar.

Surat kabar lokal South China Post menurunkan berita bahwa China tengah menimbang kemungkinan untuk mengirimkan delegasi ke Washington untuk melakukan perundingan.

Meski begitu ada beberapa pihak di China yang yakin bahwa tindakan itu tidak akan mempengaruhi China karena memiliki cadangan devisa yang melimpah dan opsi kebijakan fiskal yang bervariasi.

Penerapan kebijakan tarif ini akan dimulai pada 24 September dan jumlah keseluruhan kenaikan akan mencapai 25% diakhir 2018.

Kebijakan kenaikan tarif yang diberlakukan oleh Amerika dimaksudkan untuk mendesak agar Beijing merubah kebijakan perdagangan, transfer teknologi dan subsidi terhadap usaha lokal.

Sejauh ini Amerika sudah memberlakukan kenaikan tarif terhadap produk-produk China senilai $50 miliar.

Berdasarkan informasi yang didapat dari Bloomberg News, Perdana Menteri Liu He akan melaksanakan rapat untuk membahas respon pemerintah. China sebelumnya berjanji akan membalas kebijakan tarif AS tersebut.

Bulan lalu, terungkap sebuah proposal balasan terhadap barang-barang AS mulai dari gas alam cair sampai tipe-tipe tertentu pesawat terbang seandainya Amerika memberlakukan kebijakan tarif tersebut.

Analisa Citi menyatakan dampak dari tarif 10 persen ini secara bertahap akan muncul di data kwartal keempat China dan dampak penuh dari total tarif 25% diperkirakan baru terasa ditahun depan dan akan menyeret tingkat pertumbuhan PDB China sebesar 0,83%, seperti dikutip dari Reuters.

Pada perundingan sebelumnya bersama pejabat-pejabat China, tidak ada kesepakatan jelas yang berhasil dicapai dimana pada event tersebut Amerika secara jelas menyebutkan perubahan apa yang perlu dilakukan dan memberi peluang kepada China agar bertindak adil dalam kegiatan dagang. Namun sejauh ini China tidak menunjukkan itikad baik untuk merubah kebijakan-kebijakannya.

Seorang pejabat senior pemerintah menyatakan bahwa Amerika siap untuk kembali duduk di meja perundingan tanpa menyebutkan kapan hal itu akan dilakukan.

Langkah terbaru pemerintah AS ini bukanlah tanpa risiko, karena sejauh ini industri-industri lokal banyak mengeluhkan hal ini mengingat produksi produk-produk mereka masih dilakukan di China. Diantara perusahaan yang melancar protes adalah Apple, Fitbit dan produk-produk konsumen seperti kursi bayi.

Presiden Dewan Informasi Industri Teknologi Dean Garfield menyatakan bahwa kebijakan Presiden Trump ceroboh dan membahayakan komunitas.

Selain itu Hun Quach, wakil presiden RILA menyatakan dampak dari tarif ini justru dirasakan oleh konsumen, bukan China. Disamping itu petani-petani Amerika dan peternakan akan merasakan tindak balas yang lebih buruk.

Kenneth Jarret, Presiden Kantor Dagang Amerika di Shanghai mengatakan sebagian besar perusahaan anggota kami ada di China, dan mereka menjual barang-barang kepada perusahaan dan konsumen China bukan kepada orang Amerika dan ini mendongkrak perekonomian Amerika.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here