Departemen Keuangan AS siap untuk memberikan putusan pada klaim Presiden Donald Trump bahwa China memanipulasi mata uangnya seiring trade war antara kedua negara menjadi intensif dan mengguncang pasar.

Meskipun AS belum menetapkan China sebagai manipulator mata uang sejak tahun 1994, Wall Street mendukung prospek bahwa Departemen Keuangan akan melakukannya minggu ini dalam laporan pertukaran mata uang semi-tahunan. Langkah seperti itu tidak akan memicu hukuman, tetapi kemungkinan akan meningkatkan ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia.

Staf Treasury (departemen keuangan) telah merekomendasikan kepada Menteri Keuangan Steven Mnuchin bahwa China tidak memenuhi kriteria untuk diberi label manipulator mata uang, menurut dua orang yang akrab dengan masalah ini. Kriteria yang ditetapkan oleh Kongres meliputi: surplus perdagangan minimal $ 20 miliar dengan AS; surplus neraca berjalan lebih dari 3 persen PDB; dan intervensi berulang di pasar mata uang.

Trader akan berfokus pada beberapa mata uang Asia dan Eropa yang besar kemungkinan bisa disebut dalam laporan Departemen Keuangan AS. Berikut lima negara yang harus diperhatikan:

1China

Trump telah berulang kali mengatakan bahwa China membuat yuan melemah, sehingga membuat ekspornya lebih murah. Mata uang China, juga disebut renminbi, telah jatuh lebih dari 9 persen terhadap dolar selama enam bulan terakhir. Pihak AS khawatir tentang depresiasi, dan ingin memastikan itu tidak digunakan sebagai rencana devaluasi kompetitif, Mnuchin mengatakan dalam sebuah wawancara di pertemuan IMF-Bank Dunia Bali, hari Kamis.

Penurunan yuan telah didorong setidaknya sebagian oleh kekuatan pasar dari sengketa perdagangan, menurut Mark Sobel, mantan pejabat Keuangan AS yang bekerja di departemen selama hampir empat dekade.

“Ketegangan perdagangan berkontribusi pada melemahnya ekonomi Cina dan pelemahan mata uangnya,” kata Sobel. “Ketika Trump mengancam, atau benar-benar memukul China dengan tarif perdagangan, renminbi mengalami depresiasi. Saat ketegangan meningkat, tekanan pada renminbi meningkat. ”

Gubernur PBOC Yi Gang menggunakan pertemuan IMF di Bali untuk mengatakan bahwa pemerintah tidak akan menggunakan mata uangnya sebagai alat untuk menangani konflik perdagangan bahkan ketika perang tarif dengan AS meningkat.

Namun, Gedung Putih menekan Mnuchin untuk secara terbuka mempermalukan China, dan Trump mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg News bulan lalu bahwa AS “melihat sangat kuat pada formula” yang digunakan untuk mengevaluasi kemungkinan manipulasi mata uang China ini. Mnuchin lebih terlibat dari biasanya dalam analisa mata uang, orang-orang yang akrab dengan masalah itu mengatakan.

2Negara Berkembang (Emerging Markets)

Departemen Keuangan pada bulan April mengatakan dapat memperluas jumlah negara yang diteliti. Daftar yang diperluas dapat mencakup Thailand, Indonesia, Vietnam, Irlandia, atau Malaysia, yang semuanya memiliki surplus perdagangan besar dengan AS. Juga Rusia.

Memperluas daftar akan menjadi “sinyal yang jelas dari niat bahwa pemerintah AS menginginkan transparansi yang lebih besar pada kebijakan mata uang mitra dagang utama.”
Secara implisit itu juga menandakan keinginan untuk menghindari dolar yang ‘terlalu kuat’ dalam jangka menengah. Ini adalah perubahan kecil namun penting dalam kebijakan dolar yang seharusnya tidak dianggap remeh.

3India

India secara tak terduga masuk dalam daftar yang akan diteliti oleh Departemen Keuangan AS pada bulan April. Ini dikarenakan surplus perdagangannya yang signifikan dengan AS dan peningkatan dalam pembelian mata uang asing tahun lalu.

Namun, tahun ini India telah melakukan hal yang sebaliknya, dimana Reserve Bank of India (Bank Sentral India) menghabiskan lebih dari $ 26 miliar untuk mencoba menopang rupee, mata uang utama terburuk di Asia pada tahun 2018.

Satu kriteria untuk diberi label manipulator mata uang adalah surplus perdagangan dengan AS $ 20 miliar atau lebih. India mencapai $ 22,9 miliar pada tahun 2017.

4Thailand

Jika Thailand ditambahkan ke dalam tinjauan dua kali dalam setahun. Para analis pasar secara luas setuju bahwa itu dapat dicap sebagai manipulator mata uang karena memenuhi ketiga kriteria yang ditetapkan oleh Kongres.

5Jerman

Trump telah mengkritik negara-negara Uni Eropa karena “memanipulasi mata uang dan suku bunga mereka lebih rendah.” Jerman, yang telah masuk dalam daftar pemantauan Departemen Keuangan sejak April 2016, telah menghadapi kritik paling keras dari Trump dan Departemen Keuangan atas surplus neraca berjalannya yang besar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here