Home / Advertorial / Pemerintah

Sabtu, 9 November 2024 - 13:53 WIB

Dinas Koperasi dan UKM Kutim Dorong Inovasi dan Pengembangan Sektor UMKM

Dinas Koperasi dan UKM Kutim melakukan Studi Tiru di Kabupaten Kulon Progo

Dinas Koperasi dan UKM Kutim melakukan Studi Tiru di Kabupaten Kulon Progo

KUTAI TIMUR, eksposisi.com – Dalam upaya mendorong inovasi dan pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melakukan studi tiru ke sentra produksi batik SM-art Batik yang terletak di Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan ini dipimpin oleh Sekretaris Kabupaten (Seskab) Rizali Hadi yang didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Teguh Budi Santoso, serta Kepala Bidang Kelembagaan UKM Firman Wahyudi.

Kunjungan yang berlangsung pada Kamis (7/11/2024) lalu, bertujuan untuk mempelajari penggunaan lilin berbahan sawit sebagai malam batik, sebuah inovasi yang tengah dikembangkan oleh SM-art Batik.

Inovasi ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada lilin parafin yang sebagian besar masih diimpor, sekaligus memanfaatkan bahan baku dalam negeri yang lebih ramah lingkungan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutai Timur Teguh Budi Santoso, menyampaikan bahwa pihaknya tertarik untuk mempelajari penggunaan lilin sawit dalam pembuatan batik, karena selain ramah lingkungan, bahan ini juga lebih ekonomis.

Baca Juga :  Komisi I DPRD Kaltim Menggelar RDP Terkait Sengketa Lahan Gereja di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda

“Kami berharap teknologi ini bisa diadopsi oleh koperasi-koperasi batik di Kutai Timur, sehingga produk batik yang dihasilkan bisa bersaing dari segi kualitas dan lebih ramah lingkungan,” ujar Teguh.

CEO SM-art Batik, Miftahudin Nur Ihsan, menjelaskan bahwa penggunaan malam sawit memiliki berbagai keunggulan, baik dari segi kesehatan maupun kualitas produksi. Menurutnya, malam sawit lebih aman bagi pembatik karena tidak menimbulkan dampak buruk pada pernapasan, seperti yang sering terjadi dengan penggunaan lilin parafin. “Malam sawit ini lebih mudah diaplikasikan pada kain, sehingga pembatik bisa bekerja dengan lebih nyaman dan aman,” ungkap Miftahudin.

Selain itu, Kepala Bidang Kelembagaan UKM Kutai Timur, Firman Wahyudi, mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh SM-art Batik dalam memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah di Indonesia, seperti kelapa sawit.

Baca Juga :  KPU Kukar Telah Menerima Sejumlah Distribusi Logistik Pilkada Serentak 2024

Menurutnya, penggunaan malam sawit dapat meningkatkan serapan produksi sawit dalam negeri dan memiliki nilai tambah ekonomis bagi sektor pertanian, khususnya untuk petani sawit.

“Ini adalah contoh yang baik bagaimana UKM bisa memanfaatkan sumber daya lokal untuk menciptakan produk unggulan,” kata Firman.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kutai Timur untuk memperkenalkan teknologi baru dalam pembuatan batik kepada para pengrajin di wilayah tersebut.

Harapannya, dengan adopsi teknologi baru ini, batik yang dihasilkan bisa lebih berkelanjutan, berdaya saing, dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasar. Inovasi ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi UMKM batik di Kutai Timur dan mengarah pada terciptanya produk unggulan yang berbasis kearifan lokal. (adv/pemkab/kutim)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Pemkab Kukar Menggelar Rakordal Evaluasi RKPD 2022 untuk Memastikan Kegiatan Pembangunan Sesuai Target

Advertorial

Pemkab Kutim Menggelar Sangatta Run 2024 Sebagai Bentuk Dukungan Pemuda di Bidang Olahraga

Advertorial

Erau Adat Kutai 2025 Siap Digelar, Pembukaan Akan Dimeriahkan Tari Massal

Advertorial

MPP Sediakan Ratusan Layanan dari 28 Entitas, Pengunjung Harian Mencapai 300 Orang

Advertorial

DPRD Kukar Menggelar Sidang Paripurna Secara Marathon Bahas Nota Keuangan APBD 2024

Advertorial

Distanak Kukar Jalin Kerja sama dengan Fakultas Pertanian Unikarta di Bidang Pendidikan dan Penelitian

Pemerintah

Kukar Semakin Maju, Kerja Nyata Edi Damansyah Diakui Akademisi

Advertorial

Anggota DPRD Soroti Pemecahan Pengerjaan Infrastruktur Jalan di Kutim