Home / Advertorial / Politik

Rabu, 29 Januari 2025 - 19:21 WIB

Strategi KPU KUkar yang Aktif Melakukan Sosialisasi kepada Pelajar Efektif Tingkatkan Partisipasi Pemilih

Muchamad Amin - Komisioner KPU Kutai Kartanegara

Muchamad Amin - Komisioner KPU Kutai Kartanegara

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2024 di Kutai Kartanegara (Kukar) melonjak siginfikan disbanding Pilkada sebelumnya.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kukar, Muchamad Amin memperkirakan bahwa demografi di Kukar turut menyumbang lonjakan signifikan partisipasi pemilih.

Ia menjelaskan, sosialisasi atau pendidikan politik bagi kawula muda sangat penting, terlebih para pelajar yang baru menggunakan hak pilihnya. Biasanya, sasaran pendidikan politik untuk segmen anak muda melalui komunitas.

Pola tersebut, diubah dengan memaksimalkan sosialisasi dari tingkat pelajar. Pada Pilkada 2024, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) telah dikerahkan untuk menyasar para pelajar secara tatap muka.

Tujuannya, selain meningkatkan partisipasi pemilih, juga menanamkan kesadaran menggunakan hak pilihnya.

Baca Juga :  Bupati Kukar Buka Bersama Pengurus RT Kecamatan Tenggarong, Membicarakan Kesuksesan Pemilu Hingga Pendidikan

“Kalau dia sudah datang ke TPS, selanjutnya akan jadi hal biasa bagi dia, tidak canggung lagi, tapi kalau sudah sekali malas, maka itu tertanam ke depannya. Makanya kita coba ubah dengan memanfaatkan media tatap muka,” ujar Amin.

Selain itu, metode sosialisasi juga diubah. Jika sebelumnya hanya sebatas menyampaikan informasi dan mengajak masyarakat untuk datang ke tempat pemungutan suara, kali ini ditambah dengan pendekatan agar mereka turut mengajak orang-orang di sekitarnya.

Perubahan pola metode tersebut, kata Amin, untuk melihat sejauh mana efektivitasnya dalam meningkatkan kesadaran partisipasi pemilih di Kukar.

Baca Juga :  Cuaca Ekstreme di Sejumlah Wilayah Kukar, Sekda Imbau Waspada Banjir dan Longsor

“Itu upaya kita dengan harapan generasi berikutnya sudah siap untuk kegiatan-kegiatan demokrasi,” imbuhnya.

Namun dalam perjalanannya, lanjut Amin, ada beberapa kendala menghadapi pemilih pemula. Di antaranya, seperti pola pikir ketika lulus sekolah. Mereka yang lanjut kuliah lebih mudah diajak, ketimbang mereka yang orientasinya sudah cenderung finansial.

Hal tersebut sudah terjadi, seperti kesulitan rekrutmen PPK dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) kelurahan/desa, karena pendapatan sebagai penyelenggara pemilu tak sebanding dengan hasil tempat mereka bekerja. Termasuk, orang yang enggan datang ke TPS, dengan alasan lebih baik kerja.

“Itu masukan-masukan yang sering saya dengar,” pungkasnya. (adv/kpu/kukar)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Dinas PU Kukar Komitmen Berikan Pendampingan Untuk P3A

Advertorial

KPU Kukar Menggelar Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Paslon Pilkada 2024

Advertorial

Desa Bangun Rejo Menggelar Kirab Budaya, Meriahkan Peringatan HUT ke-44

Advertorial

Partisipasi Pemilih di Pilkada Kukar Meningkat, Pemilih Pemula Menjadi Penyumbang Suara Paling Sigifikan

Advertorial

Surplus Pendapatan APBD Kutim 2023, Fraksi PDI-P DPRD Ingatkan Pentingnya Perencanaan

Advertorial

AYL-AJA Pendaftar Pertama di Pilkada Kukar 2024 Melalui Jalur Perseorangan

Advertorial

KPU Kutim Menggelar Debat Kedua Pilkada 2024 di Kota Samarinda

Advertorial

Festival Etam Begenjoh 2024 Sukses Digelar di Kota Malang, Akan Dilanjutkan di Dua Kota Lain