KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Sebanyak 45 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Tahun 2026 resmi dikukuhkan dalam upacara yang berlangsung di Pendopo Odah Etam, Sabtu (15/8/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar, Rinda Desianti, mengatakan para anggota Paskibraka yang dikukuhkan merupakan hasil proses seleksi yang dilakukan secara transparan melalui aplikasi.
Menurutnya, sistem rekrutmen tersebut membuat proses seleksi tidak lagi berdasarkan sistem perwakilan kecamatan, melainkan berdasarkan kemampuan dan pemenuhan kriteria yang telah ditetapkan.
“Siapa yang terbaik dan memang memenuhi syarat sesuai dengan kriteria, maka dia terpilih,” ujarnya.
Ia menyebut, dari seluruh peserta yang mengikuti proses seleksi, terdapat 45 anak yang bertugas sebagai Paskibraka di tingkat kabupaten. Namun, kesempatan putra-putri Kukar untuk mengabdi dalam rangkaian upacara kemerdekaan juga meluas hingga tingkat provinsi, pusat, dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Salah satu capaian yang membanggakan yakni Julita Tata Lestari yang berhasil terpilih bertugas di tingkat pusat. Julita bahkan dipercaya menjadi komandan peleton (danton) pada prosesi pengukuhan Paskibraka tingkat pusat yang disematkan langsung oleh Wakil Presiden.
Selain itu, tiga putra-putri Kukar juga terpilih untuk bertugas di tingkat provinsi. Sementara itu, sebanyak 47 anggota Paskibraka bertugas di IKN dan telah menjalani pengukuhan oleh Kepala Otorita IKN.
Rinda menjelaskan, keterwakilan setiap kecamatan dalam Paskibraka dapat berbeda setiap tahunnya. Hal tersebut bergantung pada hasil seleksi dan kemampuan peserta dalam memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, termasuk ketentuan mengenai tinggi badan.
“Misalnya berkaitan dengan tinggi badan. Karena tinggi badan itu persyaratan yang memang sudah ditetapkan sebelumnya,” jelasnya.
Ia mencontohkan, terdapat kecamatan yang pada tahun sebelumnya memiliki perwakilan, namun tahun ini tidak lolos. Sebaliknya, terdapat pula kecamatan yang sebelumnya belum memiliki perwakilan, tetapi tahun ini berhasil mengirimkan putra-putrinya.
Menurut Rinda, kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses seleksi memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta berdasarkan performa dan persyaratan yang dipenuhi.
“Ini ada yang ke pusat, ada yang ke provinsi, ada yang di kabupaten. Tergantung bagaimana performa anak yang mendaftar sebagai anggota Paskibraka,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan pengukuhan menjadi salah satu tahapan penting sebelum para anggota Paskibraka menjalankan tugas pada upacara 17 Agustus mendatang.
Ia berharap pengukuhan tersebut dapat meningkatkan semangat sekaligus kepercayaan diri para anggota Paskibraka dalam menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih.
“Kami berharap dengan dikukuhkan malam hari ini anak-anak kita lebih menambah semangat dan lebih menambah kepercayaan diri lagi. Mudah-mudahan proses pengibaran bendera di tanggal 17 nanti bisa berjalan sukses,” ujarnya.
Aulia juga memberikan sejumlah pesan kepada para anggota Paskibraka. Ia meminta mereka menjaga kesehatan hingga pelaksanaan upacara agar dapat menjalankan tugas secara maksimal.
Selain itu, nilai-nilai yang diperoleh selama menjalani proses latihan diminta untuk terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang terpenting adalah mereka harus jadi teladan untuk teman-teman mereka ketika mereka kembali ke sekolah nantinya. Semangat mereka ini harus mereka tularkan ke teman-teman yang lain,” pungkasnya. (ltf/fdl)










