KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kembali menghidupkan sektor pariwisata di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Sejumlah destinasi wisata unggulan terlihat ramai dikunjungi wisatawan, sekaligus memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui Dinas Pariwisata mencatat adanya peningkatan kunjungan di sejumlah destinasi favorit. Pulau Kumala dan Pantai Tanah Merah Samboja menjadi dua lokasi yang paling menonjol selama periode libur akhir tahun.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, saat dihubungi pada Jumat (02/01/2026), menyebut Pulau Kumala kembali menunjukkan geliat kunjungan yang cukup signifikan.
“Untuk sementara yang kami dapatkan, kunjungan di Pulau Kumala itu lumayan meningkat selama libur akhir tahun ini,” ujarnya.
Selain Pulau Kumala, Pantai Tanah Merah Samboja juga menjadi magnet utama bagi wisatawan. Kawasan pantai tersebut dinilai memiliki daya tarik yang konsisten setiap kali memasuki musim liburan.
“Pantai Tanah Merah itu memang langganan setiap libur. Baik Natal, libur sekolah, maupun libur panjang lainnya, jumlah pengunjungnya selalu meningkat,” jelasnya.
Dinas Pariwisata Kukar masih melakukan pendataan terhadap jumlah kunjungan dan besaran retribusi yang masuk. Data tersebut baru akan diumumkan secara resmi setelah seluruh rangkaian libur Nataru selesai.
Berkaca dari libur akhir tahun sebelumnya, sektor pariwisata Kukar tercatat mampu menyumbang hampir Rp150 juta terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kontribusi tersebut berasal dari sejumlah destinasi wisata unggulan, seperti Pantai Tanah Merah, Pulau Kumala, Waduk Panji, hingga Planetarium.
Namun, operasional Planetarium Kukar saat ini masih belum maksimal akibat kendala teknis pada beberapa peralatan pendukung. Kondisi tersebut membuat pemanfaatannya selama libur akhir tahun belum optimal.
“Beberapa hari terakhir setelah difungsikan, ada peralatan yang mengalami error dan masih dalam proses perbaikan,” ungkapnya.
Ke depan, Pemkab Kukar juga berencana melakukan pembenahan dalam pengelolaan kawasan wisata, termasuk sistem parkir. Selama ini, pengelolaan parkir masih ditangani langsung oleh pemerintah daerah.
“Kami ke depan ingin menata pengelolaan parkir dengan lebih baik, termasuk membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga dan penggunaan sistem yang lebih modern, agar pelayanan meningkat dan pendapatan daerah dari sektor pariwisata bisa lebih optimal,” pungkasnya. (ltf/fdl)










