KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sedang melakukan refocusing anggaran guna memaksimalkan pembangunan infrastruktur sektor pendidikan.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, menjelaskan, langkah refocusing dilakukan sebagai respons atas belum optimalnya penyaluran dana dari pemerintah pusat yang nilainya mencapai lebih dari Rp2 triliun.
Jika dana tersebut telah disalurkan ke daerah, maka akan dimanfaatkan dalam perubahan anggaran untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan.
“Kalau dana kurang salur itu sudah masuk, maka pada perubahan anggaran nanti akan kita maksimalkan untuk kebutuhan prioritas,” ujarnya.
Ia menegaskan, pihaknya telah melakukan efisiensi dengan meninjau berbagai pos anggaran yang dinilai kurang efektif. Anggaran tersebut kemudian akan dialihkan untuk mendukung program prioritas, khususnya dalam peningkatan sarana dan prasarana sekolah.
Prioritas pertama difokuskan pada rehabilitasi ruang kelas belajar (RKB) yang kondisinya tidak memadai, serta penambahan ruang kelas baru bagi sekolah yang membutuhkan. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang layak dan nyaman bagi siswa.
“RKB yang rusak atau kurang akan kita rehabilitasi, dan jika memang diperlukan kita tambah ruang kelas baru,” jelasnya.
Selain itu, pembangunan halaman sekolah juga menjadi perhatian utama. Halaman atau lapangan upacara dinilai memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas siswa, mulai dari pelaksanaan upacara hingga pembentukan karakter disiplin dan interaksi sosial.
“Halaman sekolah itu penting, bukan hanya untuk upacara, tapi juga untuk melatih disiplin dan interaksi siswa,” katanya.
Aspek sanitasi juga menjadi fokus serius Disdikbud Kukar. Pemerintah berkomitmen memastikan setiap sekolah memiliki fasilitas toilet yang memadai, dengan konsep pembangunan yang lebih aman dan representatif.
“Toilet harus layak dan terpisah antara laki-laki dan perempuan, serta posisinya tidak lagi di belakang. Ini juga untuk mencegah potensi terjadinya pelecehan,” tegasnya.
Selain itu, pembangunan pagar sekolah juga menjadi prioritas, terutama bagi jenjang PAUD. Pagar dinilai penting untuk memberikan rasa aman bagi siswa sekaligus melindungi aset sekolah dari potensi penyerobotan.
“Dengan pagar, anak-anak merasa aman dan pengawasan juga lebih mudah dilakukan,” ujarnya.
Terkait anggaran, Heriansyah mengungkapkan saat ini pihaknya masih melakukan penghitungan ulang. Hal ini disebabkan adanya variasi kebutuhan, mulai dari rehabilitasi ringan, sedang, hingga berat, serta pembangunan unit sekolah baru (USB).
Ke depan Disdikbud Kukar akan menyusun Analisa Standar Belanja (ASB) guna memastikan efisiensi dan kepastian biaya pembangunan, termasuk untuk satu unit ruang kelas baru.
“Kita ingin ada standar yang jelas, sehingga anggaran bisa lebih efisien tanpa mengurangi kualitas,” jelasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Disdikbud Kukar menargetkan pada periode 2026–2027 seluruh kebutuhan sarana fisik pendidikan dapat terpenuhi. Selanjutnya, fokus akan diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia guru serta kesejahteraan tenaga pendidik.
“Kalau sarana fisik sudah clear, maka kita bisa fokus pada pengembangan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru,” pungkasnya. (ltf/fdl)










