KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Salat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid KH M Sadjid, Kelurahan Baru, Tenggarong, pada Rabu (27/5/2026).
Salat Id tersebut dihadiri oleh Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Pelaksanaan Salat Id berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan diikuti ratusan jamaah yang memadati area masjid sejak pagi hari.
Selain menjadi momentum ibadah tahunan umat Islam, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia untuk masyarakat Kukar.
“Kita menyerahkan sapi presiden, sumbangan dari Bapak Presiden Republik Indonesia untuk Kabupaten Kutai Kartanegara di Masjid Sajid,” ujar Aulia Rahman Basri.
Sapi bantuan Presiden Republik Indonesia tersebut menjadi perhatian masyarakat karena memiliki ukuran yang besar.
Hewan kurban itu disiapkan untuk melengkapi pelaksanaan kurban yang dilakukan pengurus masjid dan masyarakat sekitar.
Aulia menjelaskan, sapi kurban bantuan Presiden RI memiliki bobot mencapai 980 kilogram dan dijadwalkan langsung dipotong pada hari yang sama agar dagingnya segera dapat dibagikan kepada masyarakat penerima manfaat.
“Sapi presiden beratnya 980 kilogram dan insya Allah hari ini akan dipotong melengkapi sapi-sapi yang ada di Masjid Sajid ini,” katanya.
Ia berharap penyaluran daging kurban tersebut dapat membantu masyarakat sekaligus menghadirkan kebahagiaan di momen Hari Raya Idul Adha. Terlebih, jumlah penerima manfaat diperkirakan mencapai lebih dari seribu orang.
Menurutnya, distribusi daging kurban nantinya akan dilakukan kepada warga di sekitar wilayah Masjid Sajid dan masyarakat yang telah terdata sebagai penerima manfaat.
“Insya Allah nanti akan didistribusikan terhadap seluruh warga masyarakat di sini. Tadi terinfokan bahwa hampir lebih dari seribu lebih yang nanti akan mendapatkan manfaat dari pemotongan hewan kurban,” ungkapnya.
Ia juga berharap momentum Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual semata, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan sosial, solidaritas, dan kepedulian antar sesama masyarakat di Kutai Kartanegara.
“Pesan kami adalah tetap dengan momentum Idul Adha ini, hablum minannas kita tingkatkan, jaga solidaritas, jaga kekompakan kita, jaga kondusivitas daerah kita,” tuturnya.
Bupati Kukar juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan keamanan daerah agar pembangunan di Kutai Kartanegara dapat terus berjalan dengan baik. Menurutnya, semangat kebersamaan dan rasa kemanusiaan yang tumbuh melalui ibadah kurban menjadi modal penting dalam membangun daerah ke depan. (ltf/fdl)










