Home / Bisnis / Ekonomi / Industri

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:14 WIB

Koperasi TKBM Karya Sejahtera Jadikan RAT Sebagai Ruang Evaluasi Tata Kelola

Rapat Anggota Tahunan Koperasi TKBM Karya Sejahtera Tahun Buku 2025 (Istimewa)

Rapat Anggota Tahunan Koperasi TKBM Karya Sejahtera Tahun Buku 2025 (Istimewa)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Koperasi TKBM Karya Sejahtera menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi TKBM Karya Sejahtera Tahun Buku 2025, di Tenggarong , pada Selasa (30/6/2026).

Rapat ini dihadiri Dinas Koperasi dan UKM Kutai Kartanegara (Kukar) serta perwakilan KUPP Kuala Samboja. Forum tersebut membahas pertanggungjawaban pengurus, laporan pengawas, serta rencana kerja koperasi ke depan.

RAT Koperasi TKBM Karya Sejahtera Tahun Buku 2025 menjadi ruang evaluasi tata kelola koperasi tenaga kerja bongkar muat di wilayah Pelabuhan Kuala Samboja.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Muhammad Reza, mengatakan RAT merupakan bagian penting dalam kehidupan koperasi. Menurutnya, pelaksanaan RAT menunjukkan adanya mekanisme pertanggungjawaban pengurus kepada anggota.

“Alhamdulillah koperasi ini melaksanakan RAT setiap tahun. Itu menandakan koperasi ini sehat, karena memiliki bentuk pertanggungjawaban yang sehat dan transparan,” ujar Reza.

Ia menjelaskan, RAT memiliki tiga pokok utama. Pertama, penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus atas tahun buku 2025. Kedua, penyampaian laporan pengawas. Ketiga, pembahasan rencana kerja koperasi pada tahun berikutnya.

Baca Juga :  Pemkab Kukar Berikan Perhatian Lebih kepada 4 Atlet yang Berprestasi di SEA Games Kamboja

Menurut Reza, RAT idealnya dilaksanakan pada awal tahun, paling lambat tiga bulan setelah tahun buku berakhir. Dengan begitu, rencana kerja koperasi dapat segera disampaikan kepada anggota dan menjadi dasar pengembangan organisasi.

“Harapannya pada bulan Maret sudah dilaksanakan, supaya rencana kerja dan arah pengembangan koperasi ke depan bisa segera disampaikan,” katanya.

Dalam konteks TKBM, Reza menilai koperasi memiliki peran penting bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya pekerja bongkar muat di wilayah pelabuhan. Koperasi TKBM Karya Sejahtera disebut memiliki 30 unit kerja. Setiap unit berisi sekitar 22 orang yang menjalankan kegiatan bongkar muat.

“Untuk Koperasi Karya Sejahtera sendiri saat ini memiliki 30 unit. Satu unit terdiri dari sekitar 22 orang yang melakukan kegiatan tenaga kerja bongkar muat,” ujarnya.

Reza juga menegaskan koperasi TKBM harus berjalan sesuai ketentuan. Tema RAT tahun ini, yakni konsisten melaksanakan Permenkop Nomor 6 Tahun 2023 dan SKB 2 Dirjen 1 Deputi Tahun 2011, dinilai menjadi penegasan bahwa koperasi harus sehat, layak, dan patuh terhadap aturan.

Baca Juga :  Pemkab Kukar Kantongi Persetujuan Kemendagri untuk Pinjaman Pelunasan Utang

“Kalau melihat tema RAT tahun ini, itu menunjukkan koperasi ini tidak bisa main-main. Koperasi harus sehat dan layak sehingga bisa terus beroperasi di wilayah pelabuhan,” katanya.

Ketua Koperasi TKBM Karya Sejahtera Kuala Samboja, La Ode Mbena, mengatakan RAT menjadi forum musyawarah bagi anggota untuk memperkuat komitmen organisasi. Ia menyebut konsistensi menjalankan aturan menjadi kunci agar koperasi dapat berjalan tertib dan berkelanjutan.

“Konsistensi dalam bekerja, konsistensi dalam melayani, dan konsistensi dalam menjalankan aturan yang menjadi pedoman kita bersama,” ujar La Ode.

Ia berharap RAT Tahun Buku 2025 menghasilkan keputusan yang memberi manfaat bagi anggota serta memperkuat peran koperasi dalam pelayanan tenaga kerja bongkar muat di Pelabuhan Kuala Samboja. (adm/fdl)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

OIKN Melaporkan Progres Pembangunan Hingga Akhir Desember 2024

Bisnis

Pemprov Kaltim Menggelar Gerakan Pangan Murah

Bisnis

Wagub Hadi Mulyadi Buka Gebyar Hari UMKM Tingkat Provinsi Kaltim

Ekonomi

Tenang Hadapi Isu Pencalonannya di Pilkada 2024, Edi Damansyah Prioritaskan Kesejahteraan Rakyat

Ekonomi

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Sebut Anggaran IKN Segera Cair

Energi

Dampak Pertambangan Dekat Permukiman, Warga Desa Buana Jaya Dikepung Debu dan Lumpur

Bisnis

Dinas Koperasi dan UKM Kukar Luncurkan Program Jadi Pengusaha untuk Cetak Wirausaha Baru

Ekonomi

Harga Jual CPO dan Kernel Naik, TBS Sawit di Kaltim Turut Mengalami Peningkatan