KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-46 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang akan digelar di Tenggarong sebagai tuan rumah.
Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Persiapan Pelaksanaan MTQ ke-46 Tahun 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kukar, pada Rabu (23/9/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar sekaligus bagian dari panitia inti, Sunggono, mengatakan rapat tersebut menjadi tahapan penting untuk mengevaluasi perkembangan persiapan bersama jajaran panitia pelaksana.
“Alhamdulillah hari ini kami dari Panitia Inti Pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang insyaallah tuan rumahnya di Tenggarong telah melaksanakan rapat bersama pengurus dan Panitia Inti,” ujarnya.
Rapat diikuti panitia inti yang terdiri dari Asisten I, Asisten II dan Asisten III Sekretariat Daerah Kukar, serta unsur Sekretariat Umum. Dalam pembahasan, panitia terlebih dahulu mendengarkan laporan Sekretaris Umum yang mengikuti kegiatan MTQ tingkat nasional di Semarang.
Selain itu, evaluasi juga dilakukan terhadap kinerja Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kukar. Panitia kemudian membahas rencana kerja pelaksanaan MTQ tingkat provinsi berdasarkan laporan dari masing-masing ketua bidang.
Sunggono menyebut, laporan yang disampaikan para koordinator bidang menunjukkan kesiapan Kukar secara umum untuk menjadi tuan rumah MTQ ke-46 Tingkat Provinsi Kaltim.
“Dari penjelasan para koordinator bidang tadi, insyaallah secara keseluruhan kita siap untuk menjadi tuan rumah,” katanya.
Dalam rapat tersebut, sejumlah hal yang sebelumnya masih belum mencapai kesepakatan akhirnya telah diputuskan. Beberapa di antaranya menyangkut arena utama, maskot, logo dan tema MTQ ke-46 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Kesepakatan tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Bupati Kukar Aulia Rahman Basri untuk mendapatkan persetujuan. Setelah memperoleh persetujuan, panitia akan mulai menjalankan berbagai persiapan teknis sesuai bidang masing-masing.
“Sudah kita sepakati semua. Pada saatnya insyaallah paling lama dalam minggu ini sudah bisa kita lakukan ke Pak Bupati untuk mendapatkan persetujuan dan mulai kita bekerja,” jelasnya.

Sunggono menargetkan persiapan teknis dan fisik kegiatan mulai berjalan paling lambat pada 1 Oktober 2026. Setiap koordinator bidang juga telah memiliki tugas yang akan dijalankan dalam rangka memastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan MTQ dapat dipersiapkan.
“Insyaallah paling lambat 1 Oktober sudah running persiapan teknis, persiapan fisik kegiatan yang harus kita laksanakan, dan insyaallah teman-teman yang membawahi masing-masing koordinator bidang sudah siap,” pungkasnya. (ltf/fdl/adv)










