KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan konsep pelaksanaan program Rp100 miliar bagi Kawasan Perdesaan Idaman Terbaik. Program ini diarahkan untuk mendorong pengembangan potensi ekonomi desa melalui kolaborasi antardesa yang memiliki sumber daya dan keunggulan berbeda.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan masing-masing desa secara mandiri, tetapi juga mendorong terbentuknya kerja sama antardesa dalam satu kawasan ekonomi.
Menurutnya, desa-desa yang memiliki potensi serupa maupun saling melengkapi akan dikolaborasikan agar dapat membangun ekosistem ekonomi yang saling mendukung. Melalui pendekatan tersebut, potensi yang dimiliki setiap desa diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
“Desa yang memiliki potensi yang sama kemudian kita kolaborasikan, kita kondisikan, mereka saling mendukung supaya terbangun ekosistem di wilayah desa itu yang nilai tambahnya meningkat di wilayah desa yang bersangkutan,” jelasnya saat ditemui, pada Selasa (3/11/2026).
Ia mencontohkan, pengembangan kawasan dapat dilakukan melalui kolaborasi desa yang memiliki potensi pertanian dengan desa lain yang mempunyai fasilitas penunjang pengolahan hasil pertanian.
Misalnya, satu desa memiliki lahan pertanian yang potensial, sementara desa di sekitarnya mempunyai mesin penggilingan padi maupun peralatan pengolahan hasil pertanian. Fasilitas tersebut nantinya dapat dimanfaatkan bersama untuk meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi hasil pertanian.
Sunggono menilai, pendekatan tersebut dapat menjadi solusi bagi desa yang mempunyai potensi sumber daya, tetapi masih terkendala keterbatasan sarana maupun fasilitas pendukung. Dengan adanya kolaborasi, setiap desa dapat mengambil peran sesuai keunggulan yang dimiliki.
“Contohnya ada desa pertanian, kemudian desa lainnya memiliki mesin padi, mesin giling, dan mesin pengolahan. Desa-desa di sekitar yang punya potensi tetapi tidak memiliki sumber daya penunjang bisa kita bangun melalui kerja sama tersebut,” ungkapnya.
Ia menyebutkan bahwa pengembangan Kawasan Perdesaan Idaman Terbaik tidak hanya menyasar sektor pertanian, melainkan mencakup berbagai sektor ekonomi yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sesuai karakteristik masing-masing wilayah.
Salah satu fokus utama program tersebut adalah mendorong transformasi ekonomi desa, terutama mengalihkan ketergantungan masyarakat dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui menuju sektor-sektor ekonomi berbasis sumber daya yang dapat diperbarui.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Kukar dalam mempersiapkan keberlanjutan ekonomi masyarakat perdesaan. Sehingga, ketika sumber daya alam yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi mulai habis, desa telah memiliki sumber pendapatan alternatif.
“Konsepnya kita ingin langsung masuk ke ekonominya dari desa, dari sumber daya yang tidak bisa diperbarui ke sumber daya yang bisa diperbarui,” tegasnya.

Ia berharap melalui program tersebut setiap kawasan perdesaan mampu membangun sumber ekonomi baru yang lebih berkelanjutan. Dengan demikian, pengembangan potensi desa tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi bagi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.
“Tujuannya supaya ketika nanti sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui itu habis, kita sudah punya sumber pendapatan baru, sebuah kehidupan baru,” pungkasnya. (ltf/fdl/adv)









