Home / Pemerintah / Pendidikan-Kesehatan

Selasa, 28 Oktober 2025 - 10:43 WIB

Kukar Perkuat Ketahanan Budaya Dalam Menyongsong Transformasi IKN

Forum Diskusi Budaya

Forum Diskusi Budaya

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya dikenal dengan destinasi wisatanya, tetapi juga dengan ragam kebudayaan yang memiliki ciri khas tersendiri.

Hal tersebut ditegaskan melalui Forum Diskusi Budaya yang digelar Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, di Balai Agung Panca Persada Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, pada Senin (27/10/2025).

Forum ini menghadirkan perwakilan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Ita Yulita, serta Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, bersama narasumber dan komunitas kebudayaan dari berbagai wilayah. Mereka membahas langkah strategis dalam penguatan objek pemajuan kebudayaan (OPK) Kukar agar mampu menjadi ciri khas kuat sebagai gerbang IKN.

“Kukar punya modal sejarah dan budaya yang luar biasa. Momentum pembangunan IKN justru harus menjadi peluang untuk memperluas visibilitas budaya lokal,” ujar Ita  Yulita dalam sambutannya.

Baca Juga :  Peringati Hari Sumpah Pemuda, Pemkab Kukar Menggelar Anugerah Pemuda dan Olahraga

Ia menyebut masuknya beragam pengaruh dari luar sebagai konsekuensi perubahan sosial yang tidak bisa dihindari.

Meski begitu, Ita mengingatkan bahwa perubahan tersebut dapat berdampak negatif jika identitas lokal tidak dijaga dengan serius.

“Kalau tidak ada penguatan dari kita sendiri, budaya lokal akan tenggelam di tengah arus modernisasi,” tegasnya.

Diskusi juga menyoroti pada pentingnya penguatan data pelaku budaya di Kukar. Puji Utomo mengakui bahwa pendataan masih menjadi tantangan besar karena keberadaan komunitas budaya yang tersebar luas.

“Masih banyak pelaku seni yang belum punya portofolio. Ini membuat mereka tidak tampil dalam data resmi nasional,” ucap Puji.

Baca Juga :  Upaya Pencegahan DBD, Dinkes Kukar Siapkan 3.000 Dosis Vaksin untuk 1.500 Pelajar SD

Ia mengatakan perlunya pendampingan agar komunitas budaya dapat mengakses jaringan kebudayaan tingkat nasional.

Karena banyak yang belum mengetahui jalur kolaborasi dan mekanisme usulan program. Pihaknya merasa harus membuka pintu informasi, supaya mereka tidak tertinggal.

Forum ini juga menyoroti pentingnya menjaga simbol identitas daerah seperti penyebutan nama resmi Kutai Kartanegara Ing Martadipura dalam konteks kebudayaan.

“Budaya kita lahir dari perjalanan panjang kerajaan. Identitas itu jangan sampai luntur,” katanya.

Semua masukan yang terkumpul akan dibawa ke pemerintah pusat sebagai landasan rekomendasi kebijakan ke depan. Puji memastikan bahwa forum ini bukan kegiatan seremonial, tetapi bagian dari proses penyusunan strategi bersama.

“Kami tidak ingin berhenti pada catatan diskusi saja. Kita pastikan ada tindak lanjut nyata,” pungkasnya. (rpp/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

DPRD Kutim Bahas Proyeksi Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2024

Advertorial

Kasus Covid-19 Melonjak di Kukar, Dinkes Imbau Masyarakat Terapkan Prokes

Advertorial

Asisten I Sektab Menghadiri Halal Bihalal Pengurus DWP Kukar

Advertorial

Pemkab Kutim Sediakan Puluhan Unit Ambulans Untuk Didistribusikan ke Sejumlah Kecamatan

Advertorial

Ikuti Donor Darah, Diskominfo Kukar Berpartisipasi Sukseskan PMI Idaman

Advertorial

Kelurahan Jahab Akan Jadi Tuan Rumah MTQ Tingkat Kecamatan Tenggarong

Advertorial

Hadiri Debat Perdana Pilkada Kutim, Pjs Bupati Harapkan Partisipasi Pemilih Mencapai Target

Advertorial

Desa Kersik Manfaatkan Potensi Wisata Pantai Melalui Festival Famtrip