KALIMANTAN TIMUR, eksposisi.com – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kutai Kartanegara (Kukar) yang berjalan lancer dan damai.
Ia mengungkapkan meski sejumlah kendala ditemui dalam proses PSU Pilkada Kukar, salah satunya masalah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kukar, namun pelaksanaannya tetap bisa berjalan dengan baik dan lancar.
“Secara umum pelaksanaan PSU di Kukar berlangsung lancar. Memang ada beberapa tantangan teknis, seperti kondisi banjir yang menyebabkan relokasi TPS, namun tidak mengganggu proses secara keseluruhan,” ujar Salehuddin.
Meski pelaksanaan berjalan lancar, ia menyoroti pentingnya partisipasi pemilih dalam PSU ini.
Partisipasi pemilih memang menjadi indikator penting dalam mengukur keberhasilan pelaksanaan PSU. Menurutnya, Kukar sebagai kabupaten strategis di Kaltim memiliki peran vital dalam pembangunan dan kontribusi terhadap Ibu Kota Nusantara (IKN) yang kini sedang dibangun.
“Sampai saat ini kami memang belum mendapatkan gambaran menyeluruh terkait angka partisipasi. Tapi harapan kami, antusiasme warga tetap besar, karena ini menyangkut hak demokrasi dan masa depan daerah,” ucapnya.
Terkait hasil hitung cepat yang menunjukkan Paslon Aulia–Rendi mendominasi suara, ia menegaskan bahwa semua pihak harus menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Ia mengajak seluruh kandidat dan pendukungnya untuk menerima apapun hasilnya dengan lapang dada.
Ia pun mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba memecah belah masyarakat melalui narasi provokatif pasca PSU.
“Yang terpenting saat ini adalah menjaga kondusifitas daerah. Apapun hasil akhirnya nanti, mari kita hormati proses demokrasi. Demokrasi bukan hanya tentang menang atau kalah, tapi juga soal menjaga persatuan dan komitmen membangun daerah. Kukar telah menunjukkan kedewasaan politik dalam PSU ini dan kami berharap hal itu terus terjaga,” pungkasnya. (adv/dprd/kaltim)








