Home / Advertorial / Pemerintah

Selasa, 3 Desember 2024 - 16:14 WIB

Anggota DPRD Kutim Dorong Pemkab Beri Dukungan Penuh Kembangkan Sektor Pertanian

Hasbollah - Anggota DPRD Kutai Timur

Hasbollah - Anggota DPRD Kutai Timur

KUTAI TIMUR, eksposisi.com – Upaya untuk mendorong pengembangan sektor pertanian di menjadi langkah baru yang kini di lirik banyak pihak. Bahkan Istilah Petani millenial sempat di gaungkan Menteri Pertanian Indonesia saat ini untuk memberikan peluang generasi muda unjuk kreatifitas lewat bertani.

Menanggapi hal itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Hasbollah mengaku memiliki pandangan yang sama dengan sang menteri

“Lahan kita kan ini menyusut setiap tahun karena kita ini kekurangan petani apalagi generasi kitakan rata rata ke ranah industri kemudian alih fungsi lahan atau komoditi jadi banyak sawah ditanami pisang dan sebagainya,” kata Hasbollah .

Baca Juga :  KPU Tegaskan Tak Ada Penambahan Pemilih di PSU Pilkada Kukar, Acuan Tetap DPT 27 November 2024

Hasbollah mengaku prihatin dengan penurunan minat pertanian tersebut padahal sektor itu cukup menjanjikan jika di geluti dengan sungguh-sungguh.

“Kenapa karena hampir sektor pertanian kita terlihat tidak menjanjikan kesejahteraan padahal kalau mau di hitung padi atau sawah itu lebih banyak hasilnya,” terangnya.

Politisi partai Golkar itu juga mengatakan bahwa perlu adanya strategi khusus untuk mengembangkan minat sektor pertanian untuk generasi sekarang.

“Contoh setiap harga beras naik pemerintah kan selalu mengkondisikan operasi pasar supaya harga beras tidak naik nah ini kapan sejahteranya petani kalau seperti ini caranya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hasbollah sangat mendorong sektor pertanian di Kutim ini bisa menjadi industri pertanian.

Baca Juga :  Puluhan Atlet dari Sejumlah Kecamatan di Kukar Ikuti Kejurkab Tenis Meja 2024

“Lihatlah jepang, thailand mereka semua industri pertanian bisa kok kita kalau berpikir kesitu, kalau masih makai cangkul gak ada yang mau generasi kita jadi ini harus di perbaharui pola pikir dan strateginya,” ujarnya.

Selain itu, Hasbollah juga menambahkan bahwa dirinya juga datang dari kalangan petani

“Saya tau karena saya ini juga petani harga beras kan selalu di tekan sementara produksinya terus meningkat harga pokok selalu tinggi jadi kapan sejahteranya mana prosesnya panjang bangetkan kan petani itu kasian jadi harus di ubah mindset metodenya,” tutupnya. (adv/dprd/kutim)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Pemkab Kukar Menggelar Musrenbang Tematik, Membahas Pengentasan Kemiskinan dan Penurunan Prevalensi Stunting

Advertorial

Workshop Pipe Cleaner Resmi Ditutup Anggota DPRD Kutim

Advertorial

Peringatan HUT ke-57 Bank Kaltimtara Bupati Kukar Ingin Pelayanannya Terus Ditingkatkan

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Soroti Kinerja Pemerintah Dalam Pelayanan Publik

Advertorial

Ketua DPRD Kukar Maknai Ulang Tahun ke-46 Sebagai Pengingat untuk Melanjutkan Pengabdian

Advertorial

Disdikbud Kukar Menggelar Sosialisasi Uji Kompetensi Bagi Pengawas dan Guru SD Sebagai Syarat Kenaikan Jenjang Jabatan

Pemerintah

Audiensi dengan BEM Unikarta, Bupati Pastikan Tambahan Anggaran Beasiswa Kukar Idaman 16 Miliar di APBD Perubahan

Ekonomi

Pemkab Kukar Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2025 Dalam Rapat Paripurna DPRD